Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kota Dumai menggelar musyawarah terkait pengisian kursi Wakil Walikota Dumai yang ditinggalkan ninik mamak IKMR, almarhum Amris yang berpulang ke rahmatullah 2 bulan usai dilantik. Musyawarah yang dan dihadiri Ninik Mamak, Pengurus IKMR, Bundo Kanduang dan Pengurus IPMR itu merekomendasikan nama Syaiful Amri Datuk Domo sebagai pengganti almarhum Amris, Sabtu (26/02/22).
IKMR KOTA DUMAI melalui surat bernomor 18/IKMR/DUM/II/2022 tertanggal 26 Februari 2022 yang ditandatangani bersama oleh Ketua IKMR Dumai, Amrizal SH.I dan Sekretaris Drs Jhonfikar serta para ninik mamak dan tokoh masyarakat memberikan dukungan penuh kepada Syaiful Amri Datuk Domo untuk melanjutkan kepemimpinan almarhum Amris sebagai Wakil Walikota Dumai. Surat dukungan itu bakal disampaikan kepada Walikota Dumai, dua partai pengusung NasDem dan PPP serta LAMR Dumai selaku payung negeri.
" Berdasarkan musyawarah yang dilakukan, kita sepakat untuk mengusulkan nama Syaiful Amri Datuk Domo menjadi pengganti almarhum Pak Amris sebagai Wakil Walikota Dumai. Kita akan sampaikan hasil keputusan musyawarah ini kepada walikota, kedua partai pengusung NasDem dan PP serta LAMR Kota Dumai selaku payung negeri. Dalam hal ini kita sifatnya bermohon, sesuai mekanisme keputusan tentu ada di tangan partai pengusung dan walikota," ujar Ketua IKMR Dumai, Amrizal, SH.I kepada kupasberita.com, Minggu (27/02/22).
Selama musyawarah sempat berkembang beragam pendapat serta pemikiran. Namun ibarat pepatah Minang " Bulek Aia Dek Pambuluah, Bulek Kato Dek Mufakaik (Bulat Air Karena Pembuluh, Bulat Kata Karena Mufakat,red), musyawarah yang dilakukan akhirnya bisa melahirkan kesepakatan. Apalagi tujuannya untuk meneruskan perjuangan almarhum Amris guna membantu Walikota Dumai dalam melaksanakan agenda pemerintahan dan pembangunan untuk terwujudnya Dumai Kota Idaman.
Tidak hanya IKMR, namun surat dukungan kepada Syaiful Amri Datuk Domo untuk mengisi kursi Wawako juga diberikan Ikatan Pemuda Minang Riau (IPMR) Kota Dumai melalui surat bernomor 022/IPMR/Dum/Kpts/II/2022 tertanggal 26 Februari 2022 yang ditandatangani Ketua Rudi Junaidi, SE dan Sekretaris Yulius Medi. Kemudian dukungan yang sama juga datang dari Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR) melalui surat bernomor 03/IWMR/DUM/II/2022 yang ditandatangani Ketua Elmayati dan Sekretaris Beslinidar.
Keseluruhan surat itu ditujukan kepada Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS dan ditembuskan kepada Ketua DPC PPP dan DPD NasDem Kota Dumai, Ketua DPW PPP dan DPD NasDem Propinsi Riau, Ketua DPP PPP dan DPP NasDem di Jakarta. Selain itu juga ditembuskan kepada LAMR Dumai selaku payung negeri.
Sebelumnya diberitakan, dukungan kepada Syaiful Amri Datuk Domo menjadi Wakil Walikota Dumai sejak beberapa waktu belakang terdengar kencang. Sejumlah tokoh sudah angkat bicara. Tidak hanya yang tinggal di pusat kota, namun juga yang menetap di kawasan pinggiran. Mereka satu pendapat, Syaiful Amri Datuk Domo sangat pantas mendampingi H Paisal, SKM, MARS.
Pemilik Bakisa Corp yang menaungi sejumlah media di kawasan Riau Pesisir, Syafrizal Djambak mengaku trend dukungan kepada Syaiful Amri Datuk Domo itu menjadi fenomena yang luar biasa. Apalagi bentuk dukungan tersebut datang dari berbagai kalangan. Hebatnya, suara yang sama juga terdengar dari sejumlah tokoh yang berada di wilayah pinggiran Kota Dumai.
“ Padahal ini bukan Pilkada. Anehnya, banyak yang memberikan dukungan secara terbuka kepada Syaiful Amri Datuk Domo untuk menjadi wakil walikota. Ini fenomena luar biasa,” ungkap Syafrizal pemilik sejumlah media harian dan media online di Kota Dumai ini.
Lebih lanjut disampaikan Syafrizal, dukungan yang menggelinding bak bola salju, dan disuarakan oleh masyarakat arus bawah, harus menjadi perhatian kepala daerah. Jika tidak disikapi dengan tepat, dikhawatirkan bisa berpengaruh pada agenda politik tahun 2024. Apalagi harapan masyarakat kepada Syaiful Amri sangat tinggi, dan itu sebagian besarnya merupakan pendukung Paisal-Amris (PAS) di Pilkada 2020 lalu.
Pada sisi lain, Agung yang merupakan putra kandung almarhum Amris juga sudah angkat bicara. Dirinya menyampaikan soal pengganti almarhum orang tuanya merupakan ranah partai politik. Terutama partai yang mengusung pasangan Paisal-Amris (PAS) di Pilkada Dumai 2020 lalu.
" Itu ranah partai politik, kita tentu tidak berhak mencampurinya. Namun kalau Syaiful Amri Datuk Domo memang diberikan kesempatan, kami keluarga almarhum sangat merestuinya. Semoga Dumai kedepan menjadi lebih baik dan kita semua tetap solid," ungkap Agung.**