Kisruh di internal PDI Perjuangan Kota Dumai makin hangat. Sejumlah "Banteng Tua" mulai turun gelanggang. Mereka sangat menyesalkan adanya upaya pembangkangan terhadap mekanisme dan aturan partai. Setelah A Tito Gito angkat suara, kali ini sikap tegas juga disuarakan Khairul Saleh dengan lantang.
DEWAN Pertimbangan Partai Tingkat Cabang PDI Perjuangan Kota Dumai, Khairul Saleh mengaku sudah memantau kondisi itu dari awal. Info pertama yang diperolehnya, sebanyak 4 PAC bakal dinonaktifkan, dan belakangan ternyata benar-benar dilaksanakan.
" Jangan habisi orang karena ingin jadi ketua. Itu bukan cerminan kader Banteng. Berdasar AD/ART, mestinya ada tahapan yang harus dilalui sesuai mekanisme yang diatur untuk menonaktifkan seseorang," tegas senior PDI Perjuangan Dumai dengan ciri berambut putih ini, Jum'at (29/08/25) siang.
Dijelaskan Khairul Saleh, diantara tahapan yang mesti dilalui, yakni terlebih dahulu memberikan surat peringatan 1 hingga 3 terkait pelanggaran yang dilakukan.
Selanjutnya ada rekomendasi dari Ketua Bidang Kehormatan DPC ke DPD. Setelah itu DPD merekomendasi ke DPP dan DPP yang berwenang untuk mencopot atau memberhentikan seseorang.
" Jadi, apa yang berlaku saat ini sangat nyata bertentangan dengan aturan partai. Ini sangat saya sesalkan. Karena ambisi seseorang yang ingin menduduki kursi Ketua DPC dan Ketua DPD, mereka melanggar aturan yang ada. Kita juga mendengar adanya selentingan informasi yang menyebutkan ada orang luar partai yang ingin jadi ketua," beber Khairul Saleh.
Terakhir Khairul Saleh sangat menyesalkan terjadinya kisruh. Mestinya aturan partai dijadikan pedoman agar tidak salah jalan.
" Laksanakan aturan partai sesuai mekanisme. Jangan melenceng kalau mau selamat," tegas Khairul Saleh mewanti-wanti.
Sebelumnya Senior PDI Perjuangan, A Tito Gito juga mengecam keras aksi pemecatan kader yang tidak mengacu pada AD/ART partai. Menurutnya, pihak yang turut berkolaborasi dibalik penyingkiran kader militan partai itu sebenarnya orang-orang yang tidak bekerja untuk partai.
" Kader yang demikian semestinya tidak perlu dipelihara karena merusak partai. Sebelum Banteng rusak ditangannya, dia dulu "dibantai". Mereka tidak "berkeringat" tapi keinginan jadi ketua sangat kuat. Jijik Aku melihatnya," tegas A Tito Gito dengan suara bergetar menahan amarah dan kesedihan, Jum'at (29/08/25) tadi pagi.
Ditegaskan A Tito Gito, untuk sekedar jadi ketua, tak perlu pecat orang. Apalagi membesarkan partai tak pernah ikut, tapi punya keinginan jadi ketua.
" Aku berpuluh tahun di partai tak pernah aku memecat orang. Kalaupun pemecatan mesti dilakukan, mereka-mereka itu terlebih dahulu dimintai keterangan dan penjelasan. Aku sangat menyayangkan tindakan yang diluar AD/ART partai tersebut. Kalau mereka salah dipanggil, berikan peringatan 1, 2 hingga 3. Jangan karena ingin jadi ketua, lalu mereka menghalalkan semua cara," ujar A Tito Gito.
Menurut A Tito Gito, kejanggalan lainnya terkait pemecatan itu yakni tidak pernah diberitahunya Wakil Ketua Bidang Kehormatan.
" Artinya, ini "barang siluman". Wakil Bidang Kehormatan, H Sukma saja tidak pernah dimintai penjelasan. Hebatnya lagi, pemecatan diterbitkan 1 hari menjelang Musyawarah PAC untuk penjaringan Calon Ketua DPC Dumai dan Ketua DPD Riau. PDI Perjuangan tidak pernah melakukan cara-cara kotor seperti ini," tegas A Tito Gito.
Ditegaskan A Tito Gito, keunggulan PDI Perjuangan selama ini yakni dari sisi kebersamaan dan kekompakannya. Seperti apapun badai yang datang, selalu berhasil dihadapi dengan baik. Hal itu berlaku mulai tingkat nasional dan daerah.
" Termasuk di Dumai. PDI Perjuangan partai yang selalu kompak. Kedekatan kadernya sangat luar biasa. Dulu Aku ngumpulkan 1000 orang tak perlu ada kepanitiaan. Karena kita punya motto, dengarkan orang, setelah itu baru kita bisa didengarkan oleh orang. PDI Perjuangan tidak dibesarkan dengan cara-cara yang arogan," ujar A Tito Gito mengingatkan.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah "Kader Banteng" menggeruduk Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kota Dumai. Aksi ini menyusul turunnya surat pemecatan sepihak terhadap 3 Ketua dan 1 Sekretaris PAC (Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kota Dumai. Sebagai bentuk perlawanan, kader banteng menggembok dan menyegel ruang sekretariat Kantor DPC PDIP Dumai, Kamis (28/08/25) sekitar pukul 20.30 WIB tadi malam.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang