Fraksi PKS DPRD Riau Kecam Tarian Erotis di Turnamen Golf Piala Gubernur

Administrator Administrator
Fraksi PKS DPRD Riau Kecam Tarian Erotis di Turnamen Golf Piala Gubernur
Pembukaan Turnamen Golf Piala Gubernur Riau mendapat sorotan masyarakat karena diwarnai tarian yang dianggap tidak sesuai norma agama dan budaya.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Riau mengecam keras video viral tarian erotis saat pembukaan Turnamen Golf Piala Gubernur Riau sempena HUT Riau ke 65.

KETUA Fraksi PKS DPRD Riau, Markarius Anwar meminta Gubernur Riau, H Syamsuar agar memberikan sanksi tegas kepada panitia penyelenggara turnamen tersebut.

" Fraksi PKS DPRD Riau sangat mengecam adanya tarian erostis yang terjadi saat agenda pembukaan turnamen golf memperebut piala Gubernur Riau H Syamsuar. Apa yang dipertontonkan itu tidak sesuai dengan budaya di daerah ini yang kental dengan nilai-nilai Islami. Kami harapkan Gubernur Riau agar memberi sanksi tegas terhadap panitia,” ujar Markarius.

Markarius dikutip dari derakpost.com menyampaikan tarian erotis itu secara tidak langsung juga bisa mencoreng nama baik Gubernur Riau H Syamsuar sebagai orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Fraksi PKS DPRD Riau, dr Hj Arnita Sari menyebutkan tarian erotis itu tidak hanya bertentangan dengan norma adat, agama dan budaya. Namun juga bisa dikategorikan sebagai bentuk pelecehan terhadap perempuan dan bentuk eksploitasi pada perempuan.

" Kami berharap pemerintah dapat melindungi perempuan dari tindakan eksploitasi, baik secara individu, maupun kelompok para pelaku kesenian. Kita harus wariskan pendidikan positif kepada generasi muda, jangan sampai oendidikan kita hilang arah,” tegas Anggota Komisi V DPRD Riau tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Panglima Tinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Penggawa Melayu Riau (PMR) Afrizal Anjo, MSi menegaskan apa yang terjadi saat acara pembukaan yang turnamen golf Piala Gubernur Riau tersebut sangat disesalkan. Apalagi, Riau merupakan Tanah Melayu yang menjunjung tinggi nilai adat budaya dan agama Islam.

" Dari video tari menebar aurat itu, kami menilai sudah masuk unsur pidana pelanggaran undang undang IT, dan ini disengaja. Jadi, polisi harus memeriksa panitianya,” ungkap Anjo, Senin (22/08/2022).

Secara terpisah, Kadis Infokomtik Riau Erisman Yahya menjelaskan, bahwa turnamen golf merebut piala Gubernur Riau bukan kegiatan Pemprov Riau tapi Cabor PGI dab Pemprov Riau hanya supporting.

“ Banyak Cabor yang meminta Piala Gubernur Riau, lalu diakomodir. Namun jika dalam pelaksanaannya pihak panitia melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya, apalagi Gubernur sama sekali tidak tahu-menahu, tentulah tidak bisa mengaitkannya dengan gubernur. Ini murni kerja panitia dan tak ada hubungan dengan gubernur,” jelas Erisman.

Atas nama Pemprov Riau, sambung Erisman, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut, apalagi ini Negeri Melayu yang kental dengan nilai-nilai keislaman.

" Kami berharap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” pintanya.

Sementara Ketua Seksi Acara Tournamen Golf HUT Riau, Tamrin membenarkan video direkam dalam rangkaian acara di Hotel Labersa, Minggu (21/8) kemarin.

Namun biduan naik ke atas meja, menurutnya sebagaimana dikutip dari detik.com bukan konsep panitia.

" Sebetulnya tidak ada konsep, spontanitas dari teman-teman peserta golf, saya tidak bisa larang," kata Tamrin saat dikonfirmasi, Senin (22/8/2022).**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html