Tabrakan, Balapan Liar di Jalan Putri Tujuh Menelan Korban Jiwa

Administrator Administrator
Tabrakan, Balapan Liar di Jalan Putri Tujuh Menelan Korban Jiwa
Detik-detik sebelum tragedi tabrakan tampak para pemuda berkumpul menanti para pembalap liar yang tengah beraksi.

Nasib naas, pembalap liar yang tengah unjuk kebolehan di Jalan Putri Tujuh mengalami patah kedua kaki sehingga menurut informasi harus dilakukan amputasi. Ironinya satu korban lainnya dikabarkan meninggal dunia. Menurut warga sekitar hal ini sering terjadi namun belum ada pencegahan dari pihak polisi.

REMAJA yang tengah balap liar di Jalan Putri Tujuh pada Sabtu, (12/03/2022) malam kemarin mengalami kecelakaan. Sehingga menyebabkan satu korban meninggal dunia dan satu lagi mengalami luka berat yakni patah pada kedua tulang kaki.

Rekaman video yang diterima kupasberita.com memperlihatkan segerombolan remaja tengah asyik menyaksikan balapan liar, namun ditengah hiruk pikuk terjadi tabrakan antar penunggang sepeda motor yang melaju kencang dengan penonton sehingga tabrakan maut tidak dapat terelakkan.

Dari berbagai sumber di dapati satu korban meninggal dunia merupakan warga kelurahan Bagan Besar, sementara satu korban lainnya mengalami patah tulang kaki dan harus dilakukan amputasi terhadap kedua kaki yang rusak.

"Ngeri memang kalau malam lewat di Jalan Putri Tujuh, kalau tidak balap liar disana banyak anak-anak tawuran. Apalagi ini mau puasa, biasanya pada subuh ramadhan pasti ramai anak-anak di jalur ini," ungkap Dedi salah seorang warga sekitar.

Edis, warga sekitar lainnya mengomentari hal yang sama, bahwa suasana jalan yang sepi dan kondisi jalur yang lurus menjadi ajang balapan bagi anak-anak. Biasanya malam minggu suara sepeda motor balapan bisa sampai dini

Edis juga menyebut bahwa sudah sering jatuh korban di jalur tersebut. Namun sampai hari ini belum ada pencegahan baik dari pihak berwajib.

Kasus kecelakaan balap liar di Kota Dumai sering dikabarkan jatuh korban bahkan sampai meninggal dunia. Namun sampai hari ini hal itu masih belum dapat di cegah oleh pemerintah maupun pihak kepolisian.

"Kita heran padahal di ujung jalan Putri Tujuh ada pos lantas tapi masih saja anak-anak bebas melakukan balap liar disana," ungkapnya.

Warga berharap ini adalah kasus kecelakaan balap liar terakhir kalinya. Diminta aparat segera ambil sikap tegas mencegah terjadinya korban selanjutnya.***

Penulis
: Megi Alfajrin

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers kupasberita.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online www.kupasberita.com Hubungi kami: redaksi@kupasberita.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html