Kilang Pertamina Dumai Meledak, 6 Korban Terdampak Dilarikan ke Rumah Sakit

Administrator Administrator
Kilang Pertamina Dumai Meledak, 6 Korban Terdampak Dilarikan ke Rumah Sakit
Mobil ambulance menjemput warga yang terdampak ledakan dan kebakaran hebat di Kilang Pertamina Dumai.
Sebanyak 6 korban terdampak ledakan dan kebakaran hebat yang terjadi di Kilang Pertamina Dumai dilarikan ke RSUD dr Suhatman MARS Dumai. Sebagian ada yang menjalani perawatan, dan sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang. Rata-rata korban mengalami shock akibat terkejut dan mengalami sesak nafas. Personil TNI dan Polri terlihat masih berjaga di lokasi hingga pukul 01.00 WIB, Kamis (02/10/25) dinihari tadi.

SUARA Ledakan dan api berkobar dengan asap hitam membubung tinggi dari lokasi Kilang Pertamina Dumai menimbulkan kepanikan ditengah warga. Tidak hanya warga Tanjung Palas yang berdekatan dengan kilang, namun juga masyarakat yang berada di Teluk Binjai Kota Dumai.

Suara ledakan dan kobaran api dari areal Kilang Pertamina Dumai tampak sekitar pukul 20.30 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan disertai kebakaran yang terjadi. Kepanikan masyarakat bertambah karena bunyi gemuruh yang terdengar lumayan jauh. Warga khawatir bakal terjadi ledakan yang lebih besar.

Warga yang panik karena pemukimannya bersebelahan dengan Kilang Pertamina Dumai di Kelurahan Tanjung Palas memilih mengungsikan keluarga ke area yang aman.

" Kondisinya mengkhawatirkan. Saya bersama anak dan istri sudah mengungsi ke tempat yang aman. Suara gemuruh itu sangat menakutkan di tengah api yang berkobar," ujar salah seorang warga Tanjung Palas.

Warga lainnya mengaku mendengar bunyi ledakan sangat keras dan disusul kepulan asap dari dalam areal kilang. Kemudian terdengar bunyi seperti gas bocor dan bahkan menyerupai suara gemuruh pesawat.

" Ledakan nya cuma sekali tapi sangat keras. Setelah itu baru api membesar dan mengeluarkan asap tebal. Suara gemuruh terdengar kuat sekali," kata warga di Teluk Binjai Kota Dumai.

Ditengah situasi yang mencekam, tampak sejumlah mobil ambulance melintas kencang. Tidak hanya menuju RSUD Dumai di Jalan Sultan Syarief Kasim, namun juga ada yang bolak-balik melewati Jalan Sudirman Kota Dumai. Belum diketahui secara pasti isi ambulance tersebut.

Namun dari informasi yang diperoleh di RSUD Dumai, ada 6 warga yang diberikan perawatan medis karena terdampak ledakan dan kebakaran di Kilang Pertamina Dumai. Sebagian ada yang bisa pulang, dan sebagian lainnya harus menjalani perawatan.

" Ada 6 orang. Bukan pekerja kilang, tapi sepertinya masyarakat. Tidak ada yang luka, mereka mungkin warga terdampak yang mengalami shock dan sesak nafas," ujar petugas security di RSUD Dumai.

Kondisi terakhir sekitar pukul 01.30 WIB, warga terdampak sudah ada yang bisa pulang. Namun 2 orang masih dalam perawatan.

" Yusniar usia 45 tahun masih di rawat. Sedangkan Zainal usia 70 tahun sedang observasi. Keduanya warga Tanjung Palas," ujar petugas medis di RSUD Dumai.

Picu Kemarahan Warga

Lambannya penanganan dan upaya penyelamatan terhadap warga pasca ledakan memancing amarah masyarakat. Ratusan warga menyampaikan protes dan meminta penjelasan terkait ledakan yang terjadi. Sebagian besar mengeluhkan tidak adanya posko darurat maupun penanganan cepat di lokasi terdekat.

Namun aksi protes ini tidak berlangsung lama karena dari Pertamina Kilang langsung mengajak warga untuk berbicara di kantor kelurahan bersama pihak pemerintah dan TNI Polri.

Juru Bicara Pertamina Kilang Dumai, Agustiawan kepada wartawan membenarkan terjadi kebakaran di salah satu unit di kilang dan sejauh ini masih dalam proses pengendalian situasi. Pihaknya meminta warga agar tidak panik karena petugas sudah bekerja keras untuk mengatasi kebakaran yang terjadi.

" Sejauh ini belum ada informasi korban jiwa. Kami harap pengendalian situasi bisa berlangsung lancar dan kondisi kilang kembali normal," kata Agustiawan.

KPI Unit Dumai menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang membuat masyarakat sekitar terganggu kenyamanannya.

" Mohon bantuan doa dari masyarakat agar kejadian ini dapat segera kami tangani dengan baik," ujar Agustiawan.(*)


Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html