UMKM: Rakyat Kecil Bukan Gerobag

Administrator Administrator
UMKM: Rakyat Kecil Bukan Gerobag
Agung Marsudi

"Bantuan CSR gerobag, bantuan partai politik gerobag, bantuan kementerian gerobag, bantuan ini itu gerobag!"

UMKM itu bukan cuma urusan "gerobag". Sebaiknya, bantuan-bantuan gerobag sementara dihentikan. Sebab ekonomi kerakyatan yang digembar-gemborkan itu, bukan seharga gerobag. Dan rakyat kecil bukan gerobag.

Apalagi membuat cluster usaha rakyat kecil senilai gerobag. Apakah usaha mikro, usaha kecil memang potret rakyat. Seakan usaha kaki lima itu, satu berwajah kera, satu berwajah manusia. Memang usaha mereka jauh dari kata "kaya". Hanya untuk hidup, bertahan hidup.

Filosofi rakyat sederhana, "Obah, mamah"

Kredit Usaha Rakyat (KUR), seperti mempertegas bahwa yang kecil milik rakyat, yang besar bukan milik rakyat. Kata "bankable" gak bisa serta merta dijadikan mantra ekonomi, yang harus dirapalkan setiap hari, untuk rakyat.

Berhentilah mengajari rakyat, menganggap rakyat bodoh, yang harus dipintarkan, rakyat miskin yang harus dikayakan, rakyat adalah yang berdosa, yang harus ditolong, yang harus "disorgakan".

Rakyat bukan lahan proyek sedu sedan. Katanya, "uang negara itu uang rakyat".

O, nawacita, citanawa, dasamuka, mukadasa, sembilan naga. Cukuplah, menjadi bangsa kuli. Apalagi kuli diantara bangsa-bangsa.

"Rakyat itu siapa?"

Catatan Agung Marsudi

Pendiri Duri Institute

Solo, 13 Nopember 2022

Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html