Petruk Kanthong Bolong bertemu Bagong

Administrator Administrator
Petruk Kanthong Bolong bertemu Bagong
Agung Marsudi, Founder Duri Institute
Diskusi sambil menunggu hujan reda, bersama aktivis Setagen, Social Entrepreneur Wanita Sragen, tak ada habisnya. Mengalir, pedas, dan "corah". Apalagi yang berhubungan dengan ekonomi dan politik. Politik dan ekonomi.

DiSELA debat alot, biasa diselingi asah otak kiri dengan "tetris". Game murah, kelas bawah. Tinggal geser kiri geser kanan, atas bawah, bolak balik. Semudah itu pula agaknya menjadi Capres Indonesia 2024. Kelas tetris, kompetensinya geser menggeser.

Bisik kanan kiri, mencari koalisi. Hitung-hitungan jumlah menteri. Bla bla bla, Yoa Yoi, diskoplo manifesto.

Untuk Pilpres nanti, pengaruh istana, masih kuat. Seperti kuota internet, efek Jokowi unlimited. Terakhir sambutan Presiden Jokowi di puncak peringatan ultah Perindo di Jakarta, Senin (7/11).

Presiden Joko Widodo menyebut pemilihan presiden berikutnya adalah jatah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pernyataan itu Jokowi sampaikan saat menyebut rekor kemenangannya di pilpres. Dia bercerita dua kali menang Pilpres setelah mengalahkan Prabowo.

"Dua kali di pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," katanya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga beberapa kali menggoda Prabowo. Ia sempat bertanya kepada Prabowo tentang kehadirannya di acara itu. Jokowi bingung apakah Prabowo hadir sebagai Menteri Pertahanan atau Ketua Umum Partai Gerindra.

"Pak Prabowo ini statusnya Ketua Gerindra atau Menhan ini? Dua-duanya?" ucap Jokowi sambil tertawa.

Bila Petruk kanthong bolong, bertemu Bagong. Dipastikan adegan "Goro-Goro" yang ditampilkan makin "nendang".

Layaknya nonton gelaran wayang kulit semalam suntuk. Episode Indonesia 2024, sudah selesai dirancang, skenario, dan para pelakonnya. Rakyat dipersilakan menikmati, bila perlu nonton di balik layar (geber).

Geber suksesi next Jokowi, tergantung arahan Ki Dalang. Ki Dalang ada yang nanggap. Yang nanggap siapa, yang bayari lain lagi. Itulah ekositem oligarki.

Tetra, tetris! Candu kekuasaan, manisnya geser-menggeser jabatan, naik turunnya anggaran. "Koalisi Indonesia Maju (Lagi)!"

"Siapa tahu ada angkringan Prabowo Puan"

Catatan
Agung Marsudi
Solo, 7 November 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html