Kerja Belum Tuntas, Sudah Ngegas Mau "Naik Pentas"

Administrator Administrator
Kerja Belum Tuntas, Sudah Ngegas Mau "Naik Pentas"
Ilustrasi
Drama Kolosal itu berjudul, "Kepak Sayap Oligarki". Pemeran utamanya 78 persen partai politik peraih kursi di DPR RI, atau 7 dari 9 parpol yang bersekutu di pemerintahan Jokowi Jilid 2, yang menyisakan waktu 22 bulan lagi.

JERITAN rakyat, masih dijawab dengan politik sedu sedan dan angka-angka statistik yang "urik" pada realitas. Soal utang, dan rencana pindah ibukota negara masih memeras energi. Lalu empat menterinya, telah siap mengikuti suksesi, yaitu Prabowo, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno dan satu menteri yang namanya tak berakhiran "O" yaitu Erick Thohir, meski di bajunya sering terlihat nama ETHO.

Inilah koalisi supermayoritas yang kerjanya belum tuntas, sudah "ngegas" mau naik pentas. Koalisi paling kiwari, menteri dapet, presiden dapet, "drama banget!".

Belakangan, wajah Jokowi tak seceria, pada masa periode pertama. Otot dan saraf wajah polosnya terlihat kelelahan, tak bisa menutupi ketegangan di raut mukanya. Seperti mengalami disorientasi. Jamak orang-orang biasa yang mengalami tekanan hidup, ketika ditagih utang.

Indonesia, adalah negara besar. Dibutuhkan pemimpin yang kuat. Tak mudah menyerah pada keadaan. Urusan sawit kecil, urusan migas kecil, urusan minyak goreng kecil, soal utang kecil. Semua soal negara menjadi kecil, ketika pemimpinnya berjiwa besar.

Pemimpin bukan pengecut, yang harus lari, ketika rakyat mengaduh soal perut.

Tak ada itu lapar lahan, lapar perut, kemelut. Yang ada hanya para pembantunya, yang takutnya hanya sebatas lutut. Sisanya main-main dengan kedudukan. "Minum tuak kekuasaan. Mabuk jabatan!"

Bau China. Rasa Amerika. "Sarsaparilla, Coca-Cola!"

Dan laporan para surveyor, "Tingkat kepuasaan publik kepada pemerintah terus meningkat"

Good. Puas sekali. Baiknya sekali, puasnya berkali-kali. Orgasme gagak-gagak oligarki, di barak empuk, tapi tak pernah terciduk.

Kedaulatan di tangan rakyat. Haknya hanya selembar kertas suara, ketika pemilu, pilpres dan pilkada. Coblos-mencoblos, ada suara, ada harga. Pesta lima menit, setelah itu lima tahun rakyat, merana dan tak bisa apa-apa.

"Urraaa!"

Catatan Agung Marsudi
Duri, 7 Mei 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html