Catatan Agung Marsudi, Sahur Romantik di Ruang Publik

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, Sahur Romantik di Ruang Publik
Ilustrasi
Branding memang penting. Tapi tempat nongki di Jalan KH Achmad Dahlan, Keprabon ini tak segitunya pada lebel. Meski di sampingnya ada burung muda coffee, tapi warung makan Pokwe, tak tergerus arus, masakannya maknyus.

SEPULUH menit sebelum jam 04.00 WIB, saya pesan mie goreng, teh panas, dan air putih hangat. Ada meja bulat empat, saya duduk sendiri di pojok. Di dinding depanku, ada foto pak Jokowi dan Bu Iriana pakai kebaya hijau, berpigura.

Pokwe, meski sudah berusia, mengambil waktu terakhir bersahur, ditemani pembantunya. Saya serasa bertiga, makan sahur. Nikmatnya sunah sahur di akhir waktu.

Sambil menunggu waktu imsak, saya disuguhi empat tembang romantis, yang disetel Pokwe. Lagu Dia, dari Anji, Asal Kau Bahagia, Armada, Janji Suci, Yovie and Nuno, dan Surat Cinta untuk Starla, Virgoun Tambunan.

Tak lupa, saya merampungkan baca, investigasi Tempo "Kroni Dana Sawit", edisi April 2022.

Warung Makan Pokwe, terletak di depan Istana Griya, samping lurung mesjid Sontohartanan, Keprabon. Pintu depannya gebyok jati, dengan ukiran eksotik. Setengah dari dinding ruangannya berupa anyaman bambu wulung. Cita rasa seni dan khas budaya Jawa.

04.10 WIB dari mesjid terdengar suara imsak. Sahur yang nikmat. Ahad pagi yang berenergi.

Hari ini, saya harus bergegas dan check out, lalu bermalam sehari di Yogya. Besok harus terbang kembali ke Sumatera, setelah sebulan lebih, njajah deso, milang kori, mencintai negeri.

Jakarta, Yogya, Solo, Semarang, Demak, Ngawi, Magetan, Kebumen, Purworejo, Banyumas, Cilacap, Purwokerto. Titik-titik penting, dalam sejarah gerilya.

Lalu kutuliskan catatan, kenangan tentang caraku rindu, pada kehidupan.

Solo, 17 April 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html