Catatan Agung Marsudi, Melawan Arus Dibungkus

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, Melawan Arus Dibungkus
Kunjungan Presiden Jokowi
Awalnya ada sebuah video viral yang menampilkan seorang bocah cilik teriak saat Pak Jokowi lewat. Dalam video itu, si bocil meneriakkan “Yo Ndak Tahu, Kok Tanya Saya” atau biasa disingkat warganet menjadi YNTKTS.

SEPERTI diketahui, kalimat "Yo Ndak Tahu, Kok Tanya Saya” itu berawal dari pernyataan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan beberapa tahun lalu.

Jawaban Jokowi itu pun viral dan menjadi meme di media sosial selama beberapa tahun terakhir. Walhasil pernyataan tersebut digunakan kembali oleh publik untuk mengkritik Jokowi.

Di mata masyarakat, terhadap soal-soal penting negara, seorang presiden, gak mungkin gak tahu. Atau aneh, jika menjawab, "tidak tahu". Sebatas itu.

Lalu terjadilah "seteru". Sementara semua juga tahu, demokrasi memberi ruang untuk itu. Demokrasi, yang dicirikan dengan kedewasaan menerima perbedaan, kebebasan mengeluarkan pendapat, baik lisan maupun tulisan pun sudah ada aturan. Jadi, tak perlulah ditafsiri.

Apalagi tafsir demokrasi, ala oligarki. Jauh panggang, dari api. Jarak jauh antara harapan dan kenyataan, adalah ladang permainan, daerah jelajah kekuasaan. Menjadi blunder, ketika daerah jelajah kekuasaan yang begitu luas, hanya dijawab dengan, "Yo Ndak Tahu, Kok Tanya Saya”.

"YNTKTS" beda dengan "Begitu Aja, Kok Repot" gaya Gus Dur. "BAKR" bentuk kebebasan. Sedang "YNTKTS" mirip kedunguan ala RG.

Di negeri ini, rupanya ada akal sehat, yang tidak menyehatkan? Tergantung maunya kekuasaan. Yang melawan arus, diendus, lalu dibungkus.

Demokrasi, harga sebungkus nasi

Duri, 25 April 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html