Catatan Agung Marsudi, Jokowi Pakai Baju Badui

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, Jokowi Pakai Baju Badui
Presiden RI, Joko Widodo
Sabtu pagi (16/4/2022) langit jingga semburat di sebelah timur, meski di tengah kota masih terdengar ciutan burung-burung kecil di pepohonan bahu jalan, di bawah billboard Valbury, Keprabon.

PAK SETU berhenti mengayuh becaknya, di Bangjo Prapatan Nonongan, ketika mengantar istri jualan daun pisang ke pasar pon. Saya duduk di bangku mleyek, di pojok Kusumasari, Slamet Riyadi.

Ada mural Jokowi memakai baju Badui, warna hitam, lengkap dengan lomar dan tas koja. Buruh bangunan yang sedang merenovasi Kusumasari tak tahu siapa yang melukis mural itu setahun yang lalu.

Mural itu "eyecatching" pak Jokowi sedang jalan kaki, tanpa alas kaki, memimpin beberapa kepala negara, anggota G20, tepat di belakangnya ada presiden Amerika, China dan Rusia.

Ada logo hijau, bertuliskan G20, Go Green.

Sayang, saya ketinggalan informasi tentang sepak terjang Gibran. Putra mahkota pak presiden. Kata beberapa orang warga, Gibran biasa-biasa saja. "Jek cilik," katanya. Itulah sebabnya saya datang ke Solo, begitu mendengar Gibran akan ikut turun ke jalan, demo bersama mahasiswa.

Tapi, ketika di bundaran Gladag, saya tak melihat wajah walikota muda itu. Saya tak kecewa, tetap senang, bisa pulang ke kampung halaman. Punya kenangan, sekolah di Ngemplak, tinggal di Cinderejo dan jadi warga Solo. Negeri angkringan, selat, bakso dan soto. Nasion gado-gado.

Hari ini, ada 16 orang tua, bapak dan ibu, sedang olahraga jalan pagi, berkaos merah bertuliskan "Ojo spaneng, ayo mlaku bareng".

Lama menunggu, ditemani Kompas edisi Sabtu, jam 06.12 WIB akhirnya kereta Batara Kresna lewat di depan mata. Kamera video lalu menyala. Seperti anak kecil, saya senang melihat kereta api melintas di tengah kota. Sebab saya pun sedang rindu "balimadu", mlaku metu, mangan turu.

Solo, 16 April 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html