Catatan Agung Marsudi, "PILPRES, LO DEH!"

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, "PILPRES, LO DEH!"
Agung Marsudi, Pendiri Duri Institute
DI POJOK jalan mayang, pinggir jembatan kali pepe, depan Pose In, Kestalan, Solo. Saya menikmati sayur lodeh, ditemani es teh. Mbak Ndut yang jualan memberi isyarat. Pinggang bergoyang. Matakopiku tertuju pada yang itu.

Di samping, seorang anggota TNI berseragam memesan es jahe tape. Lalu duduk di kayu samping pohon mindi, ngisor trembesi (Sorsi).

Langit kota Solo, hari ini mendung. Lima gerobak cilok berjajar rapi, etalase penjual yang tak rebutan rejeki. PKL Pancasilais. Katanya, "demokrasi harus sampai ke piring-piring rakyat"

Rebutan tanda kesombongan.

Belajar dari wong cilik, nrimo ing pandum. Pendulum politik negeri ini bergoyang-goyang kesana-kemari, tak henti. Nunggu wangsit dari langit. Satrio Piningit.

Pilpres di gerobak cilok. Benar-benar dicolok. Di depan ada foto Anies, foto Ganjar. Mengundang mata memandang. Beranikah ngomong lagi, "mboten ngapusi, mboten korupsi".

Pilpres, lo deh!

Di suitroom lantai lima, catatan ini ditulis, ditemani stiker gambar Puan, di jendela kaca.

Karena saya bukan pengikut aliran nasionalis, ambisius maka saya hanya bisa menunggu. Adakah gelombang, adakah goyangan. Turbulensi politik pilpres 2024. Tentara dan rakyat bersatu. Membentuk konfigurasi pertahanan, bahu membahu.

Pilihan tak lekang oleh uang. Indonesia satu, bernama itu.

Solo, 1 November 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html