Baliho PSI Ganjar Yenny di Pojok Kandang Sapi

Administrator Administrator
Baliho PSI Ganjar Yenny di Pojok Kandang Sapi
Agung Marsudi
Dari kejauhan, dari pojok kandang Sapi, Mojosongo, Solo. Terpampang baliho politik, warna merah, berlogo PSI, ada gambar besar Ganjar dan Yenny. Creamy!

SAYA memang awam dengan pesan pencitraan, tapi melihat baliho raksasa itu, saya jadi teringat siasat perang tanpa mengalahkan.

Boleh jadi, PSI mencoba menepuk air di dulang. Meski sadar bakal terpercik muka sendiri, tapi percikan itu sangat berarti. Sebab secara formal, syarat mencalonkan presiden, harus memenuhi presidential threshold. Bagi PSI justru baliho ini strategi. Mengawali, trik. Mempengaruhi opini publik.

Dengan harapan jika publik mulai "mabuk" dengan "glembuk", strategi baru yang telah disiapkan, dan dianggarkan lalu moncer dimainkan. Dan ini menjadi mesin elektoral PSI. Jadilah simbiosis politik terjadi.

30 dari 45 anggota DPRD Kota Solo adalah banteng. 35 dari 45 anggota DPRD Kabupaten Boyolali adalah banteng.

PSI tahu, Solo adalah kandang banteng. Sementara baliho Ganjar Yenny dipasang di Kandang Sapi. Gambar Pak Ganjar, dan Yenny adalah parfum politik yang ditebarkan. Ganjar Yenny adalah alat. Adalah perangkat, adalah siasat.

Warga Solo tidak biasa mengeluh, apalagi melenguh seperti sapi. Jadi, ingat dialog DN Aidit dalam film pengkhianatan G30PKI. "Kuasai Jawa".

Next Jokowi, "Solo harus dikuasai".


Solo, 2 November 2022
Oleh Agung Marsudi
Pendiri Duri Institute
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html