Pembangunan Pusat Kuliner di Jalan Jalur Kuning Kota Dumai Dinilai Pemborosan Anggaran

Administrator Administrator
Pembangunan Pusat Kuliner di Jalan Jalur Kuning Kota Dumai Dinilai Pemborosan Anggaran
Pembangunan pusat kuliner di Jalan Jalur Kuning Kota Dumai mulai dapat sorotan dari masyarakat. Soalnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Dumai dinilai masyarakat pemborosan anggaran.


TOKOH muda Kota Dumai Wan Ade Syahputra kepadakupasberita.commengatakan, pembangunan yang dilakukan pemerintah Kota Dumai sah-sah saja, namun sayangnya tidak tepat sasaran.


Salah satunya pembangunan pusat kuliner di Jalan Jalur Kuning. Menurut pria yang biasa disapa Ade ini, seharusnya pemerintah lebih cerna lagi dalam melihat situasi. Pembangunan pusat kuliner tersebut dinilai Ade tidak terlalu penting dan membuang anggaran saja.


Karena menurut Ade masih banyak pembangunan-pembangunan lainnya yang langsung menyentuh ke masyarakat. Seperti pembangunan jalan dan drainase. Karena kedua pembangunan ini sangat diharapkan masyarakat Kota Dumai saat ini.


"Seharusnya pemerintah lebih jeli lagi melihat apa yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini. Bukan pusat kuliner, banyak jalan dan drainase yang harusnya dibangun di Kota Dumai. Kita menilai pembangunan pusat kuliner di Jalan Jalur Kuning ini pemborosan anggaran saja," kata Wan Ade Syahputra, Rabu (15/11/2023).


Caleg DPRD Provinsi Riau dari Partai Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) Dumai, Bengkalis dan Meranti ini juga menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan pusat kuliner di Jalan Jalur Kuning tersebut sebesar Rp3,8 milyar. Dana sebesar itu dianggarkan dari APBDP 2023.


"Sangat disayangkan anggaran sebesar itu digunakan untuk pusat kuliner. Padahal masyarakat Kota Dumai butuhnya pembangunan jalan, drainase dan pembangunan-pembangunan lainnya, yang sifatnya dibutuhkan masyarakat. Bukannya kuliner tidak dibutuhkan, tapi ada yang lebih penting lagi dari pada itu," jelas Ade lagi.


Selain itu, Ade juga menilai masih banyak permukiman masyarakat yang belum tersentuh pembangunan. Salah satunya seperti di Kecamatan Sungai Sembilan. Di kecamatan paling ujung Kota Dumai belum tersentuh pembangunan.


"Saya melihat Kecamatan Sungai Sembilan. Di sana (Sungai Sembilan,red) belum ada pembangunan. Masih banyak jalan yang rusak dan drainasenya pun tidak ada. Seharusnya pemerintah memikirkan ke situ. Bukan hanya di tengah kota saja dibangun. Di perkampungan perlu juga pembangunan. Masyarakat Sungai Sembilan sangat mendambakan pembangunan di daerah mereka," tambah pria kelahiran Dumai 1995 ini.***

Penulis
: Mustafa Kamal
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html