"Sangat disayangkan anggaran sebesar itu digunakan untuk pusat kuliner. Padahal masyarakat Kota Dumai butuhnya pembangunan jalan, drainase dan pembangunan-pembangunan lainnya, yang sifatnya dibutuhkan masyarakat. Bukannya kuliner tidak dibutuhkan, tapi ada yang lebih penting lagi dari pada itu," jelas Ade lagi.
Selain itu, Ade juga menilai masih banyak permukiman masyarakat yang belum tersentuh pembangunan. Salah satunya seperti di Kecamatan Sungai Sembilan. Di kecamatan paling ujung Kota Dumai belum tersentuh pembangunan.
"Saya melihat Kecamatan Sungai Sembilan. Di sana (Sungai Sembilan,red) belum ada pembangunan. Masih banyak jalan yang rusak dan drainasenya pun tidak ada. Seharusnya pemerintah memikirkan ke situ. Bukan hanya di tengah kota saja dibangun. Di perkampungan perlu juga pembangunan. Masyarakat Sungai Sembilan sangat mendambakan pembangunan di daerah mereka," tambah pria kelahiran Dumai 1995 ini.***