Beredar Himbauan Pemblokiran Jalan Purnama Dumai, Aktifitas Perusahaan Terancam Terhenti

Administrator Administrator
Beredar Himbauan Pemblokiran Jalan Purnama Dumai, Aktifitas Perusahaan Terancam Terhenti
Selain padat dilalui lendaraan berat, kondisi ruas Jalan Purnama juga banyak mengalami kerusakan
Masyarakat mulai terganggu akibat rusaknya ruas Jalan Purnama-Lubuk Gaung yang selama ini banyak dilintasi armada angkutan milik perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan. Selain kerap menimbulkan kemacetan, kondisi yang ada juga mengancam keselamatan pengendara maupun nyawa masyarakat setempat.

MENYIKAPI Kondisi yang ada itu, masyarakat sudah berulangkali mengingatkan pemerintah maupun perusahaan yang beroperasi di daerah itu. Hanya saja, respon yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Mungkin akibat dipicu rasa kecewa, himbauan aksi pemblokiran jalan akhirnya dilayangkan.

Rencana aksi pemblokiran Jalan Purnama itu beredar melalui media sosial dan aplikasi WA. Titik kumpul ditetapkan di Pasar Panglimo Gedang. Pemblokiran jalan bakal dilakukan malam hari ini. Jika aksi jadi dilakukan, maka aktifitas seluruh perusahaan yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan terancam terhenti. Pasalnya pasokan bahan baku, salah satunya CPO yang diangkut menggunakan truck tangki tidak bisa masuk ke perusahaan.

Jalan Lintas Simpang Purnama - Lubuk Gaung itu kondisinya berlubang-lubang dan rawan kecelakaan lalu lintas. Jalan utama pendukung aktivitas industri belasan perusahaan di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai tersebut setiap hari dilintasi ratusan kendaraan berat, seperti truk pengangkut minyak mentah kelapa sawit atau CPO.

" Meski sudah diatur jam melintas truk besar yang mau bongkar di perusahaan industri di Lubuk Gaung, tetap saja kita tidak nyaman karena jalan jadi rusak dan setiap hari pasti saja ada kemacetan," kata warga Kecamatan Sungai Sembilan Budi, Sabtu.

Setiap truk mulai melintas di jalan utama itu, warga merasakan kemacetan dan kesulitan berkendara karena harus hati-hati, udara kotor dari knalpot kendaraan dan debu jalan.

" Kalau ada kendaraan rusak di jalan, macetnya panjang karena jalan satu jalur. Kita tidak persoalkan lalu lalang truk berat ini, tapi maunya kondisi jalan tidak rusak supaya warga melintas juga nyaman dan aman," sebut warga lainnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Dumai, Reza Fahlevi menyebutkan terdapat 27 titik kerusakan dari total panjang 22 kilometer jalan yang menjadi jalur lintasan industri tersebut. Untuk perbaikan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,4 miliar.

" Dari 27 titik sudah kita hitung biaya perbaikan. Untuk setiap titik biayanya mulai dari Rp40 juta hingga Rp60 juta," kata Reza kepada wartawan.

Untuk perbaikan jalan, Pemkot Dumai terus berupaya melobi anggaran Pemerintah Provinsi Riau dan Pusat di Jakarta. Hasilnya pada Tahun 2022 ini Dumai mendapat kucuran Rp500 juta untuk dua titik pembangunan dua jalur di Jalan Datuk Laksamana dan Jalan Perwira.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html