Security PT RUJ Dinilai Arogan, Pemukulan Pengurus LAMR Disesalkan

Administrator Administrator
Security PT RUJ Dinilai Arogan, Pemukulan Pengurus LAMR Disesalkan
Syaiful Amri Datuk Domo, Ketua PC Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kota Dumai
Aksi pemukulan yang dilakukan oleh tenaga security PT Ruas Utama Jaya (RUJ) terhadap salah seorang pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Sungai Sembilan sangat disesalkan. Anak perusahaan Sinar Mas Group itu diminta tidak berlaku arogan yang dikhawatirkan bisa menyulut keributan lebih besar.

PERISTIWA pengejaran dan pengeroyokan yang dilakukan security PT Ruas Utama Jaya (RUJ) terhadap pengurus LAMR Sungai Sembilan, Datuk Amin menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Cara-cara kekerasan yang dipertontonkan itu tidak hanya bertentangan dengan aturan, namun juga termasuk pelecehan terhadap LAMR secara kelembagaan.

" Sikap perusahaan, dalam hal ini security PT RUJ sangat kita sesalkan. Aksi kekerasan yang mereka lakukan, sebagaimana diungkapkan Datuk Amin selaku pengurus LAMR Kecamatan Sungai Sembilan, seharusnya tidak perlu terjadi. Kita minta pihak kepolisian untuk mengusutnya," tegas Tokoh Masyarakat Dumai, Syaiful Amri Datuk Domo kepada kupasberita.com, Sabtu (03/09/22) tadi pagi.

Selain itu, Syaiful Amri Datuk Domo juga meminta pemerintah dan pihak terkait lainnya agar segera menyelesaikan persoalan konflik lahan antara PT RUJ dengan masyarakat di Kecamatan Sungai Sembilan. Melakukan pembiaran sama saja dengan menciptakan bom waktu pemicu terjadinya keributan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

" Pemerintah harus hadir menyelesaikan persoalan ini. Jangan melakukan pembiaran, yang akhirnya berpotensi terjadi keributan. Pihak perusahaan juga harus menghargai upaya pemerintah kecamatan yang sudah berinisiatif melakukan mediasi," ujar Syaiful Amri Datuk Domo yang juga Ketua PC Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kota Dumai ini.

Diberitakan sebelumnya, pihak PT Ruas Utama Jaya (RUJ) terkesan tidak peduli dengan upaya mediasi yang dilakukan pihak kecamatan guna mencari solusi terkait konflik lahan yang terjadi di wilayah Sungai Sembilan.

" Kita mengundang para pihak untuk dilakukan mediasi. Namun dari PT RUJ tidak satupun yang datang. Mediasi ini untuk mencarikan solusi agar potensi konflik bisa kita hindari. Sikap perusahaan ini sangat kita sesali," ujar Camat Sungai Sembilan, Hergustiman, SSos, MSi kepada kupasberita.com melalui sambungan telpon tadi malam, Jumat (02/07/22).

Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris Kecamatan Sungai Sembilan, Mutadi yang juga menyesalkan sikap PT RUJ yang tidak mengindahkan surat dari Camat Sungai Sembilan itu.

" Sesuai undangan yang dikirimkan, seharusnya pukul 14.00 WIB ini dilakukan pertemuan untuk mediasi antara PT RUJ dan masyarakat. Namun sampai sekarang dari pihak PT RUJ tidak ada yang datang, dan tanpa penjelasan apapun. Dalam waktu dekat kita akan layangkan surat kembali," ungkap Mutadi dikutip dari suarariaupos.com, Kamis (01/08/22) kemarin.

Sementara Humas PT Ruas Utama Jaya (RUJ), Zulkarnain saat dihubungi menyampaikan perusahaan tidak ingin lagi membahas masalah kepemilikan lahan yang saat ini diklaim warga sebagai hak mereka. Pasalnya, persoalan itu sudah dilaporkan ke Polda Riau dan perusahaan masih menunggu hasilnya.

" Kami terima undangan untuk mediasi di Kantor Camat Sungai Sembilan hari ini. Namun hingga saat ini belum ada arahan dari pimpinan. Kita menunggu proses di Polda Riau saja, apalagi masalahnya sudah dilaporkan ke Polda," terang Humas PT RUJ, Zulkifli kepada kupasberita.com, Kamis (01/09/22) siang.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html