Satreskrim Polsek Dumai Timur Buru Pelaku Penganiayaan

Administrator Administrator
Satreskrim Polsek Dumai Timur Buru Pelaku Penganiayaan
Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto, SIK
Pihak kepolisian masih memburu tersangka kasus penganiayaan berinisial ISN, warga Jalan Jakolin Kota Dumai. Tersangka yang diduga juga bandar penjualan chip high domino itu kabur setelah menganiaya Podka Fernando (24) hingga mengalami lebam-lebam di bagian wajahnya, Rabu (31/08/22) lalu.

KAPOLSEK Dumai Timur AKP Rainly L SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Setiawan W SH membenarkan pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus penganiayaan tersebut. Saat ini tersangka kabur dan masih dalam pengejaran petugas di lapangan.

" Laporan korban sudah kita terima, saat ini kita masih memburu pelakunya," ungkap Iptu Setiawan, Senin (05/09/22).

Informasi yang dihimpun menyebutkan kasus penganiayaan itu terjadi saat pelaku mendatangi rumah korban yang berada di Jalan Siak Buluh Kasap Kota Dumai. Sesampainya di rumah korban, pelaku memanggil dan mengajak korban keluar. Karena merasa tidak ada persoalan sebelumnya, korban menuruti ajakan pelaku.

Namun sampai di halaman depan rumah, tiba-tiba pelaku langsung memukuli korban. Korban kaget dan tidak bisa mengelak. Akibat pukulan itu, korban mengalami lebam pada bagian mata kanan dan hidungnya mengeluarkan darah. Usai memukuli korban, pelaku langsung bergegas pergi. Apalagi saat itu warga setempat juga mulai berdatangan.

Tidak terima atas kasus penganiayaan itu, korban didampingi keluarganya melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Dumai Timur dengan nomor laporan: STTBL/B/51/VIII/2022/Riau/Red Dumai/sek.D-Timur.

Menurut korban, motif penganiayaan yang dilakukan tersangka itu diduga karena utang piutang chip high domino.

" Dia pernah kirim chip 4 bulan lalu kepada saya sebanyak 1 B. Itu dianggapnya saya berhutang sebesar 70 ribu rupiah. Karena sudah lama, jujur saya lupa. Kalau kemarin diingatkan pasti saya bayar," ungkap Podka Fernando.

Sementara dua orang warga, masing-masing Tril dan Edi mengaku menyaksikan langsung kasus penganiayaan yang dialami Fodka tersebut. Menurut mereka, korban dan pelaku awalnya tampak jalan beriringan keluar dari rumah. Namun sesampainya di halaman, pelaku langsung memukuli korban.

" Awalnya kami pikir mereka berteman. Soalnya, saat berjalan keluar mereka beriringan. Tapi tiba-tiba pelaku memukul korban, dan Fodka terdengar menjerit kesakitan," jelas Edi maupun Tril.

Sementara pihak keluarga, Armen Djohar mengaku tidak terima atas kasus penganiayaan yang dialami korban. Pihaknya meminta petugas kepolisian agar mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

" Kalau ada masalah dengan adik kami, kita akan selesaikan. Tapi bukan dengan cara-cara kekerasaan atau penganiayaan seperti ini," ujar Armen Djohar pemilik 4 perusahaan media online di Kota Dumai ini.

Sebagai warga negara yang baik, ditegaskan Armen pihaknya menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada Polsek Dumai Timur.

" Kami berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap pelakunya," harap Armen.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html