Benar-benar sadis. Setelah menghabisi nyawa korbannya dengan sejumlah tusukan senjata tajam, pelaku membenamkan tubuh korban ke dalam kolam. Agar tidak mengapung ke permukaan, jasad korban dihimpit dengan kayu. Kasus yang cukup menggemparkan masyarakat itu akhirnya berhasil diungkap pihak kepolisian.
KAPOLRES Indragiri Hulu (INHU) Provinsi Riau, AKBP Bachtiar Alponso membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku pembunuhan, AS (31) yang sempat kabur ke kampung halamannya di Binjai Selatan. Penangkapan dilakukan bersama aparat dari Polsek setempat, dan pelaku sudah dibawa dan diamankan di Polres Inhu.
" Berdasarkan olah TKP dan penyelidikan yang dilakukan, pelaku pembunuhan itu berhasil kita identifikasi. Pelaku sempat kabur ke Binjai Selatan, dan saat ini sudah kita amankan," ujar AKBP Bachtiar Alponso, Rabu (27/07/22).
Kasus pembunuhan yang menewaskan AJ (52) itu berawal saat korban berangkat dari rumahnya di Sungai Lala untuk menjaga alat berat milik Ratmin di Desa Morong, Senin (18/07/22) sekitar pukul 17.00 WIB.
Sejak berangkat, korban yang mengendarai sepeda motor itu tidak pernah kembali lagi ke rumahnya. Telpon seluler miliknya juga tidak bisa dihubungi. Hal ini membuat pihak keluarganya gelisah. Upaya pencarian dilakukan, namun korban tidak ditemukan.
Tiga hari kemudian, warga dibuat geger dengan penemuan mayat dalam kolam yang berada di samping pondok jaga sawit milik warga. Kondisi mayat saat ditemukan penuh luka-luka. Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Inhu dan Polsek Pasir Penyu yang mendapat laporan langsung meluncur ke TKP.
Berdasarkan hasil olah TKP, diperoleh informasi bahwa pemilik pondok sedang pulang ke kampung halamannya di daerah Binjai Selatan Sumatera Utara.
" Pelaku diduga kuat memiliki keluarga yang tak jauh dari TKP. Pelaku juga diketahui sempat menemui abangnya untuk meminjam uang dengan alasan untuk pergi ke kampung di Binjai Selatan," kata Alfonso.
Selanjutnya tim koordinasi dengan Polsek Binjai Selatan untuk mencari keberadaan Pelaku. Setelah itu jajaran dari Polres Inhu dibantu Polsek Binjai Selatan melakukan penangkapan terhadap pelaku AS (31).
Motif Sakit Hati
Pelaku saat diinterogasi petugas mengaku melakukan pembunuhan karena unsur sakit hati. Sebelum peristiwa maut itu terjadi, antara pelaku dan korban sempat terlibat cekcok mulut. Cekcok mulut itu berujung perkelahian fisik.
"Hasil pemeriksaan pelaku mengaku telah melakukan pembunuhan tersebut dengan motif sakit hati. Di mana pelaku yang saat itu sedang duduk-duduk didatangi korban," kata Alponso.
Korban dengan nada keras mengingatkan pelaku agar tidak merasa jumawa di kampung orang. Mendengar hal itu, pelaku menjelaskan tidak pernah merasa hebat.
" Siapa yang sok jagoan bang, saya di sini pekerja, darimana saya sok jagonya. Ada yang maling saya tangkap saya lapor ke bos. Yang saya serahkan ya urusan bos," ujar pelaku menjelaskan kepada pihak kepolisian.
Namun korban tidak puas dan langsung mengambil sebilah parang dan menusukkan ke arah tubuh pelaku. Namun tusukan itu tidak kena dan perkelahian tidak bisa dihindari. Parang itu sempat beralih ke tangan pelaku. Dan kali ini pelaku berhasil menikam tubuh korban dengan sejumlah tusukan.
" Parang ini berhasil diambil oleh pelaku. Pelaku langsung mengarahkan parang ke pinggang dan tubuh lain hingga akhirnya korban tewas," imbuh PS Kasubsi Penmas Polres Indragiri Hulu, Aipda Misran WB.
Melihat korban sudah tidak bernyawa, pelaku mengangkat tubuh korban dan dibuang ke dalam kolam. Tak hanya itu, pelaku juga menimpanya dengan kayu balok agar tubuh korban tidak timbul ke permukaan.
" Pelaku menenggelamkan korban untuk menghilangkan jejak," ujar Misran.**
Penulis
: Faisal Sikumbang