Komisi III DPR: Buka Akses Masuk Wartawan ke Rumah Sambo

Administrator Administrator
Komisi III DPR: Buka Akses Masuk Wartawan ke Rumah Sambo
Trimedya Pandjaitan, Anggota Komisi III DPR

Pihak kepolisian diminta membuka ruang bagi wartawan untuk bisa masuk melakukan peliputan di kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdi Sambo, TKP baku tembak yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat. Apalagi terdapat sejumlah kejanggalan yang saat ini menjadi pembahasan publik.

ANGGOTA Komisi III DPR, Trimedya Pandjaitan meminta Polri memberi akses kepada pers untuk masuk ke rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, yang disebut menjadi tempat kejadian perkara (TKP) kasus polisi tembak polisi. Trimedya mendorong kehadiran pers itu supaya dapat memperlihatkan bekas baku tembak kepada masyarakat.

“ Satu kejanggalan yang paling mencolok, kan tidak ada olah ke TKP. Kasus teroris aja wartawan dikasih akses. Itu kan untuk mendapat informasi ke masyarakat, tapi itu kan tidak pernah ada," kata Trimedya kepada wartawan, Minggu (17/7/2022).


Trimedya dikutip dari detik.com juga mempertanyakan bukti bekas peluru yang disebut ditembakkan oleh Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“ Kalau katanya baku tembak, katakanlah Yosua Hutabarat ini nggak ada yang kena, ke mana pelurunya dia tuh. Ada nggak di lokasi rumahnya, yang bolong-bolong kena peluru, apa di tangga, apa di tembok," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini.

Trimedya mempertanyakan konferensi pers Polres Jakarta Selatan terkait kasus polisi tembak polisi yang tidak menunjukkan barang bukti perkara ke publik, Selasa (12/7) lalu. Dia menilai ada sejumlah kejanggalan.

“ Kan di mana-mana kalau konpers barang bukti ditunjukkan. Senjata yang dipakai E mana, oleh Yosua mana, pelurunya mana. Misalnya di pistolnya Yosua masih ada berapa peluru lagi dan pelurunya jenis apa. Di pistolnya si E ada berapa peluru, pelurunya jenis apa. Itu kan seharusnya diberi tahu. Sejak dari awal tidak transparan dan banyak kejanggalan-kejanggalan, ya," lanjutnya.

Trimedya juga mendorong Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menonjobkan Irjen Ferdy Sambo selama masih tersangkut dalam kasus polisi tembak polisi. Dia meyakini Jenderal Sigit akan melakukannya pada pekan depan lantaran desakan itu tak lagi terbendung.

“ Harapannya kepada Pak Kapolri supaya dinonjobkanlah Pak Sambo. Kalau dia memang sudah selesai pemeriksaan, tidak ada sangkut paut dengan urusan ini, berikan jabatannya itu lagi, gitu, lo," katanya.

Trimedya percaya minggu depan akan dilakukan oleh Pak Kapolri, karena ini tidak bisa ditahan lagi. Semua masyarakat marah.

“ Lihat aja statement-nya Pak Mahfud, Presiden juga langsung respons. Saya pikir nggak ada yang bisa ditahan. Reputasi Polri bakal menjadi taruhan dalam penanganan kasus ini. Dan taruhannya terlalu mahal untuk melindungi orang per orang, soal reputasi Polri," kata dia.**

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html