Gawat..., Ada Taman Narkoba di Rokan Hilir !

Administrator Administrator
Gawat..., Ada Taman Narkoba di Rokan Hilir !
Foto SabangMerauke
Benar-benar gawat. Peredaran narkoba di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Rokan Hilir makin mengkhawatirkan. Salah satu kawasan yang berada di perkampungan Bangko Pusako dijadikan taman bagi penikmat narkoba. Untung saja Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau bergerak cepat dan membongkar praktek haram tersebut.

TAMAN Narkoba milik pria berinisial Mrn alias Ucok itu ditata dengan baik. Layaknya sebuah taman, di lokasi itu berdiri sejumlah pondok-pondok tempat orang bersantai. Selain itu juga terdapat bangunan tempat kasir melayani pengunjung.

Hebatnya, di Taman Narkoba ini juga dijual beragam paket narkoba dengan harga mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Tergantung pengunjung ingin membeli paket sesuai harga yang mereka inginkan. Pengunjung nantinya juga diberikan mancis, pipet, tisu serta bonus permen.

Setelah mengantongi seluruh kebutuhan itu, mereka bisa memilih pondok-pondok yang tersedia di lokasi untuk menikmati narkoba yang dibeli. Pengunjung juga bisa memesan makanan dan minuman.

Suasana di Taman Narkoba itu lumayan rindang. Jalan antar pondok satu ke pondok lainnya juga disemenisasi. Di kawasan itu juga terdapat bangunan tinggi berbentuk menara. Diduga ini untuk memantau kedatangan orang-orang atau aparat ke lokasi tersebut.

Terungkapnya kawasan Taman Narkoba ini berawal dari informasi yang diterima serta operasi penyamaran yang dilakukan oleh Tim Batman BNN Riau. Penyamaran dengan pura-pura menjadi warga tempatan dilakukan hampir satu bulan. Hal itu untuk memastikan peredaran narkoba serta pemetaan terhadap lokasi.

Dalam keterangan yang diposting di akun TikTok BNN Riau sebagaimana dikutip dari sabangmerauke.com, operasi penggerebekan ini berlangsung tertutup. Bahkan tim khusus BNN Riau yang bergelar Tim Batman melakukan pengendusan selama berhari-hari.

Kurang lebih sebulan lamanya tim berada di dekat lokasi tersebut. Tim melakukan penyamaran menjadi seperti warga masyarakat setempat. Pengintaian dilakukan selama 1 bulan lebih.

" Tim khusus menyamar sebagai masyarakat setempat. Di lokasi itu disiapkan rumah dan pondok-pondok. Ada ruangan kasir, belanjanya di sini. Ada dikasih mancis disiapkanpipet, tisu lap keringat. Permen sebagaibonus," demikian keterangan di dalam video aplikasi TikTok tersebut.

Kabid Pemberantasan BNN Riau, AKBP Berliando kepada media menyatakan pengungkapan kasus atas laporan masyarakat. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga penggerebekan terjadi.

" BNN Riau telah menangkap pemilik pondok bernamaMariono alias Ucok. Telah diamankan sejumlah barang bukti antara lain23 paket sabu harga jual Rp150 ribu, 13 paket sabu harga jual Rp200 ribu, 12 paket sabu harga Rp300 ribu," terang AKBP Berliando.

Selain itu disampaikannya, juga diamankan 24 paket sabu harga jual Rp100 dan puluhan paket sabu lain, serta satu unit handpohe bersama uang tunai Rp1 juta lebih.

Saat penggerebekan, beberapa pelaku sempat melarikan diri sehingga tim BNN Riaumelepaskan tembakan peringatan.

" Tim BNNP Riau sudah mengamankan lokasi juga beberapa pelaku yg ditangkap. Kini BNN tetap mengusut sampai para bandar, pengedar dan pemakai sampai tertangkap," ujarnya.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html