Dugaan Pemalsuan Nota Belanja Sekwan DPRD Pekanbaru Tetap Diusut

Administrator Administrator
Dugaan Pemalsuan Nota Belanja Sekwan DPRD Pekanbaru Tetap Diusut

Laporan dugaan pemalsuan nota belanja sebesar Rp1,1 miliar yang melibatkan oknum Pelaksana tugas Sekretaris Dewan Kota Pekanbaru ditegaskan Kapolresta Pekanbaru melalui Kasat Reskrim Kompol Andrie Setiawan tetap dilanjutkan penyelidikannya.

DISAMPAIKAN Kasat Reskrim, penanganan tetap dilakukan walaupun pelapor meninggal. Berbeda apabila terduga yang meninggal, maka proses penyelidikan tak dapat dilanjutkan.

"Tentu pemeriksaan tak bisa dihentikan dan akan terus berjalan. Namun mungkin akan mendapatkan kendala karena pelapor telah meninggal dunia," katanya.

Dilansir dari Antara, diketahui Kepala Bidang Hukum dan HAM Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPM) Andre Wibowo, yang melaporkan dugaan pemalsuan nota belanja di Sekwan Pekanbaru telah meninggal dunia, Minggu (18/9) lalu. Andre meninggal karena sakit yang dideritanya.

Diberitakan sebelumnya, FPPMM melaporkan oknum Plt Sekretaris Dewan Kota Pekanbaru ke Polresta Pekanbaru, atas dugaan penggelapan dalam jabatan dan pemalsuan nota belanja senilai Rp1,1 miliar, Kamis (15/9).

"Kami dari FPPMM Pekanbaru melaporkan adanya dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan pemalsuan nota serta kwitansi laporan pertanggungjawaban di Sekwan Pekanbaru tahun 2021," ucap Kepala Bidang Hukum dan HAM FPPMM Pekanbaru Andre Wibowo.

Pihaknya menduga adanya pemalsuan nota yang dilaporkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Riau sehingga mengakibatkan kerugian negara hingga mencapai Rp1,1 miliar.

Adapun pemalsuan kwitansi yang mereka sangkakan ialah terkait belanja baliho, sewa tiang, sewa reklame, film, dan pemotretan di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru.(*)

Penulis
: ridha
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html