Berharap Dana Rp135 M Dicairkan, Pemko Dumai Prioritaskan Program Pro-Rakyat

Administrator Administrator
Berharap Dana Rp135 M Dicairkan, Pemko Dumai Prioritaskan Program Pro-Rakyat
Sekda Dumai, Fahmi Rizal.
Di tengah kebijakan efisiensi transfer dari pemerintah pusat yang membuat banyak daerah kelimpungan, Pemerintah Kota Dumai di bawah kepemimpinan H Paisal-Sugiyarto menunjukkan kelasnya sebagai pengelola anggaran yang cerdas, selektif, dan tetap pro-rakyat. Kini Pemko Dumai tengah memperjuangkan haknya, yakni dana tunda salur sekitar Rp135 miliar agar segera direalisasikan oleh pemerintah pusat.

SEKRETARIS Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal menyampaikan harapan besar ini dengan cara yang elegan dan berwibawa. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Suahasil Nazara atas amanah sebagai Menteri Keuangan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ucapan itu sekaligus menandakan hubungan harmonis Pemko Dumai dengan pemerintah pusat.

Menurut Fahmi, jika dana Rp135 miliar itu cair sesuai mekanisme, Pemko akan memiliki tambahan ruang fiskal yang sangat signifikan untuk mendukung program pembangunan.

Fahmi Rizal mengakui bahwa penyesuaian transfer pusat dalam beberapa tahun terakhir memang memengaruhi kemampuan fiskal daerah. Banyak program harus disesuaikan, anggaran harus digeser, dan skala prioritas harus ditentukan ulang.

Hanya saja keterbatasan itu tidak dijadikan alasan untuk berhenti membangun. Justru dengan kondisi tersebut menuntut pengelolaan anggaran yang lebih selektif agar program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap dapat dilaksanakan.

Artinya, saat uang terbatas, Pemko Dumai memilih memotong yang tidak penting, dan mempertahankan yang penting untuk warga, terutama jalan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas nomor satu.

Langkah Pemko Dumai berharap dana tunda salur Rp135 miliar dicairkan adalah langkah yang sangat profesional dan konstruktif. Pemko Dumai menempuh jalur resmi, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan verifikasi dan mekanisme yang berlaku.

Sambil menunggu, Pemko tetap bekerja dengan efisiensi tinggi. Jika dana Rp135 miliar itu cair, dampaknya akan luar biasa. Terutama guna percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat aktivitas industri. Termasuk peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan program UMKM dan perlindungan sosial, serta APBD Dumai yang lebih sehat dan kuat.(infotorial)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html