Prostitusi Terselubung di Salon Esek-esek

Administrator Administrator
Prostitusi Terselubung di Salon Esek-esek
Emak-emak menggrebek salon yang diduga tempat prostitusi di Kelurahan Pekan Labuhan Medan, Minggu (26/12/2021) pagi.

Kabar tak sedap tentang maraknya prostitusi terselubung di salon kecantikan ternyata bukan isapan jempol. Dengan pekerja yang rata-rata berusia muda dan tampilan menggoda, makin menguatkan praduga. Ditambah lagi fasilitas karaoke serta minuman keras yang bisa dikonsumsi secara bebas.

DILIHAT dari luar, salon nakal yang menyediakan wanita penghibur tidak jauh berbeda dengan salon-salon lainnya. Mereka menawarkan jasa layanan kecantikan. Mulai potong rambut, facial wajah, creambath rambut dan lainnya.

Namun saat ditelusuri lebih dalam, ternyata suasananya jauh berbeda dibanding salon yang betul-betul profesional. Rata-rata pekerjanya wanita yang masih berusia muda. Pakaian yang dikenakan serta tampilannya juga menggoda. Kebanyakan pelanggan yang datang berjenis kelamin laki-laki. Kalaupun ada wanita bisa dihitung dengan jari.

Saat menerima tamu laki-laki, suara mereka sedikit manja. Mereka tidak hanya menawarkan layanan cuci rambut, cuci muka atau luluran badan. Namun juga siap menemani tamu karaoke di salah satu ruangan salon.

Untuk tamu yang baru dikenal, biasanya mereka sedikit malu-malu. Tapi jika sudah pelanggan tetap, sikapnya lebih menantang. Tidak jarang mereka langsung bergelayut di tubuh laki-laki itu sambil menarik masuk ke ruang karaoke.

“ Sudah lama tak datang, langsung masuk aja bang. Nanti biar saya temani nyanyi,” ujarnya sambil melempar senyuman yang menggoda.

Para pekerja salon esek-esek itu juga kerap ditemui di tempat hiburan malam. Mereka jarang datang sendiri. Kalau tidak membawa teman, pasti bersama laki-laki yang sudah janjian sebelumnya saat bertemu di salon. Tubuh mereka yang terawat kerap menjadi perhatian laki-laki lain yang datang ke tempat hiburan malam. Tidak jarang juga terjadi transaksi prostitusi di tempat hiburan malam itu.

“ Kalau ada yang memboking, dan orangnya membuat saya tertarik, kita lanjut bang. Kalau tidak, kami happy-happy aja disini. Soal tarif tergantung suasana hati saja bang,” ujar wanita yang mengaku bernama Shara ini sambil tertawa.

Memang tidak seluruhnya yang mau tampil terbuka. Sebagian memilih main aman dengan memanfaatkan teknologi. Melalui aplikasi pertemanan, Michat dan lainnya, mereka menawarkan jasa layanan plus-plus. Selain mangkal di kos-kosan, juga ada yang menginap di hotel melati hingga bintang. Mereka menjaring tamu melalui foto profil dengan tampilan yang seksi. Setelah tawar menawar harga dan saling cocok, alamat hotel dan nomor kamarnya segera mereka kirimkan.

Selain memanfaatkan teknologi, juga ada yang menggunakan jasa mucikari. Mereka tidak perlu susah payah mencari pelanggan. Seluruhnya sudah diatur oleh mucikari dan tinggal menunggu dihubungi.

“ Mami (mucikari) yang mengatur semuanya. Kadang saya diminta menemani tamu karaoke. Tidak jarang juga langsung disuruh datang menemui tamu yang sudah menunggu di kamar. Bayarannya nanti saya terima dari mami. Kalau tamunya baik ada tambahan dari uang tip,” ujar Citra, bukan nama sebenarnya sambil tertawa.**


Penulis
: Administrator
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html