Proses seleksi Komisaris dan Direktur BUMD PT Pembangunan Dumai masih berjalan. Lima calon direktur dan tiga calon komisaris yang dinyatakan lolos administrasi berdasarkan surat nomor: 531/Pansel.BUMD/2025 dinyatakan berhak melaju ke tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Hanya saja agenda UKK yang direncanakan, Senin (25/08/25) tadi belum tuntas dilaksanakan.
KEPALA Bagian Perekonomian Setdako Dumai, M Paizal, S.Pi, M.Sc saat dihubungi menyampaikan agenda Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) belum selesai dilaksanakan.
" Belum selesai (UKK) bang," ujar M Paizal melalui pesan WA, Senin (25/08/25) tadi sore.
Menjawab Kupas Media Grup terkait jadwal pengumuman hasil seleksi, dikatakan M Paizal masih ada satu tahapan lagi yakni wawancara langsung dengan Walikota Dumai.
" Nanti terakhir ada wawancara dengan Pak Wali," ungkap M Paizal.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Dumai melalui surat nomor: 531/Pansel.BUMD/2025 yang ditandatangani Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS dan Sekda H Indra Gunawan, SIP, MSi selaku Ketua Panitia Seleksi sudah mengumumkan nama-nama calon Direktur dan Komisaris BUMD PT Pembangunan Dumai yang dinyatakan lolos administrasi.
Masing-masing calon direktur adalah Yulia Putra, Ahmad Daniyal, Ismail Kasri, Andika Fithrian dan Rully Fitralistiady.
Sedangkan 3 nama calon komisaris, masing-masingnya adalah Dede Mirza, Zulkarnaen dan Lutfi Hendra Kurniawan.
Seluruh calon yang dinyatakan lulus akan mengikuti tes UKK di lantai III Kantor Wali Kota Dumai, Jalan Tuanku Tambusai, pada Senin, 25 Agustus 2025. UKK mencakup psikotes, ujian tertulis, presentasi makalah, hingga wawancara.
Sebelumnya, pendaftaran seleksi dibuka pada 7-15 Agustus 2025, dan disusul pemeriksaan berkas administrasi. Hasil seleksi administrasi diumumkan pada tanggal 18 Agustus 2025 lalu.
" Kendati baru tahapan seleksi, tapi siapa yang bakal menjadi direktur sepertinya sudah dikantongi. Santer terdengar namanya adalah Dika. Benar atau tidak, lihat saja hasilnya nanti," ujar sumber yang enggan ditulis identitasnya, Kamis (21/08/25) malam tadi.
Pada sisi lain, di kalangan orang dekat walikota sempat muncul nama Vincent dan Afran Arsan yang disebut-sebut bakal menjadi Dirut PT Pembangunan Dumai. Tidak tanggung-tanggung, kedua nama itu dikabarkan sudah mendapat restu dari orang nomor satu.
Namun belakangan, keduanya justru tak muncul dalam daftar nama hasil seleksi yang diumumkan. Vincent sendiri informasinya terganjal syarat usia. Sedangkan Afran Arsan batal memasukkan berkas pendaftaran.
Pada sisi lain, kabar lumayan menarik terdengar di tengah proses seleksi Calon Direktur dan Komisaris BUMD PT Pembangunan Dumai. Salah seorang bakal calon direktur, digadang-gadang siap mengucurkan dana segar sebesar Rp 9 Milyar, untuk menjalankan perusahaan semi plat merah tersebut. Sudah bukan rahasia, saat ini kondisi BUMD PT Pembangunan Dumai dalam keadaan "sakit".
Wartawan Senior di Dumai, Afran Arsan, SE yang mengaku sempat ditawarkan untuk membenahi BUMD PT Pembangunan Dumai memilih batal mendaftarkan diri dalam seleksi calon direktur yang digelar oleh Pemko Dumai. Keputusan itu diambilnya karena sudah mengetahui siapa direktur yang bakal dipilih nantinya.
" Tidak ada gunanya ikut mendaftar. Siapa nama direkturnya sudah dikantong mereka. Dia (bakal direktur yang dipilih,red) itu dikatakan siap kucurkan dana 9 milyar untuk BUMD PT Pembangunan Dumai. Kita lihat saja nanti, benar dikucurkan atau cuma omon-omon saja," ujar Afran Arsan, SE kepada Kupas Media Grup, Jum'at (22/08/25) tadi siang.
Lebih lanjut disampaikan Afran Arsan, pihaknya meminta agar proses seleksi dilakukan secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Salah satunya dengan mengumumkan score per-materi dari masing-masing calon secara terbuka.
" Score penilaian harus diumumkan permateri, layaknya test P3K atau PNS. Semuanya harus terbuka dan transparan. Kita berharap sosok direktur kedepan benar-benar mampu membawa dan mengembangkan BUMD PT Pembangunan Dumai agar memberikan kontribusi positif bagi daerah dan masyarakat," tegas Afran Arsan mengingatkan.
Lebih penting lagi, dikatakan Afran Arsan materi soal saat test mesti dikawal agar tidak bocor duluan dan menguntungkan peserta seleksi.
" Kawal materi soal, jangan ada calon tertentu yang mendapat bocoran," ujarnya mengingatkan.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang