Satu Nyawa Melayang, Kecelakaan Kerja di Kawasan Industri Dumai Akibat Kelalaian K3

Administrator Administrator
Satu Nyawa Melayang, Kecelakaan Kerja di Kawasan Industri Dumai Akibat Kelalaian K3
Tim Wasnaker Riau turun ke Kawasan Industri Dumai (KID) terkait kecelakaan kerja yang merenggut nyawa karyawan perusahaan.
Pengawas Tenaga Kerja (Wasnaker) Provinsi Riau menemukan adanya unsur kelalaian dalam penerapan K3 yang mengakibatkan hilangnya nyawa tenaga kerja di Kawasan Industri Dumai. Tim Wasnaker sudah turun dan sedang mempelajari dokumen serta temuan di lapangan untuk diproses lebih lanjut.

KADISNAKER Provinsi Riau, Imron Rosyadi melalui Kabid Wasnaker, Heru membenarkan adanya kecelakaan kerja di Kawasan Industri Dumai (KID) yang merenggut nyawa karyawan tersebut. Menurutnya, Tim Wasnaker sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.

" Tim sudah turun untuk melakukan pemeriksaan pada tanggal 13 November 2022. Abang lagi menunggu laporan dari kawan-kawan tim. Saat ini sedang mempelajari dokumen-dokumen serta temuan di lapangan. Pemeriksaan masih berlanjut," ujar Heru kepada kupasberita.com tadi malam melalui sambungan telpon seluler.

Lebih lanjut dijekaskan Heru, kecelakaan kerja yang terjadi, Sabtu (12/11/22) sekitar pukul 15.00 WIB itu mengakibatkan satu orang pekerja PT Mitra Pratama Mandiri Jaya Perkasa atas nama Heriyanto meninggal dunia.

Korban dihantam oleh besi penyangga susunan lembaran plat baja yang disandarkan pada sisi tangki timbun yang sedang dibangun. Korban sendiri bertugas membersihkan dinding luar tangki timbun stainless steel dari karatan (tangki timbun yang tidak di cat) dengan bahan kimia.

" Saat korban berdiri dekat susunan lembaran plat baja, tiba-tiba besi penyangga plat baja lepas dan menghantam bagian kepala korban. Korban dilarikan ke RSUD Dumai, namun nyawanya tidak tertolong," jelas Heru, Kabid Wasnaker Riau.

Sebelumnya diberitakan, satu nyawa karyawan hilang akibat kecelakaan kerja yang terjadi di Kawasan Industri Dumai (KID) Pelintung Kota Dumai. Herianto (44) Dusun IV Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat meregang nyawa setelah tertimpa besi pembangunan tanki milik PT Sumber Jaya Industri Oleo (SJIO), Sabtu pekan lalu.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, korban tercatat sebagai karyawan PT Mitra Pratama Mandiri Jaya Perkasa Maincont PT Sumber Jaya Industri Oleo. Saat kejadian korban menggunakan bet karyawan bertulisan Wilmar Nabati (WINA) dan Mitra Pratama Mandiri Jaya Perkasa.

Korban yang terkapar setelah tertimpa plat besi pembangunan tanki dilarikan ke RSUD Dumai. Namun korban tidak dibawa dengan mobil ambulance, tapi mobil biasa.

Nyawa korban yang mengalami luka berat tersebut akhirnya tidak terselamatkan. Korban menghembuskan nyawa terakhir sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Jenazah korban kemudian dibawa ke kediaman keluarganya untuk dikebumikan.

Kecelakaan kerja yang terjadi itu diduga akibat kelalaian penerapan K3 di lingkungan perusahaan. Hal itu berdampak terhadap jatuhnya korban nyawa manusia. Terkait peristiwa itu, pihak perusahaan harus bertanggungjawab secara penuh, termasuk memberikan hak-hak korban. Selain itu, jatuhnya korban akibat kelalaian juga bisa dijatuhkan sanksi pidana.

Dalam Pasal 359 KUHP dinyatakan secara tegas bahwa Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Sementara pihak perusahaan yang dihubungi melalui Agus Pardede kepada kupasberita.com hanya memberikan jawaban singkat terhadap konfirmasi tertulis yang dilayangkan melalui aplikasi WA.

" Semua sudah diselesaikan oleh penanggungjawab kontrak sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk setiap tenaga kerja. Terkait hak-hak korban sudah diberikan, proses masih berjalan," ujar Agus Pardede, Ahad (20/11/12) tadi pagi.

Sementara terkait sejauhmana penerapan K3 yang dilakukan perusahaan serta nilai santunan yang diberikan kepada korban, Agus Pardede tidak memberikan jawaban apapun.**


Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html