Kepengurusan PWI Riau di bawah kepemimpinan Zulmansyah Sekedang dinilai gagal dalam menjalankan amanah organisasi. Untuk itu penting dilakukan penyegaran dan perubahan besar melalui ajang Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI XV pada 22-23 Juni mendatang di Kabupaten Bengkalis.
KETUA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai periode 2011-2013, Syafrizal menyebutkan penting dilakukan agenda perubahan terhadap kepengurusan PWI Riau hari ini. Pasalnya, banyak agenda organisasi yang tidak berjalan sebagaimana diharapkan. Terutama menyangkut banyaknya anggota yang tidak dilibatkan dalam beragam kegiatan.
" Apa yang menjadi keluhan banyak anggota hari ini, membuktikan kegagalan pengurus PWI dibawah kepemimpinan Zulmansyah Sekedang. Organisasi ini bukan milik sekelompok orang, tapi milik seluruh anggota. Namun yang kita dengar, jika ada kegiatan, itu-itu saja orangnya yang dilibatkan," ungkap Syafrizal, Rabu (15/06/22) di Dumai.
Selain itu, kepengurusan hari ini ditegaskan Syafrizal tidak memberikan kepastian perlindungan terhadap anggota yang menjadi korban intimidasi maupun kekerasan saat melaksanakan tugas di lapangan. Terdapat beberapa kasus, dimana pengurus PWI Riau justru terlihat tidak punya kepedulian.
" Contoh kasus saat anggota PWI Dumai yang menjadi korban kekerasan beberapa waktu lalu. Saya bersama teman-teman berupaya melakukan pembelaan, tapi PWI secara organisasi justru tidak memberikan dukungan. Belum lama ini di Meranti juga ada kasus, setelah didesak baru pengurus PWI Riau mengeluarkan pernyataan," papar Syafrizal.
Hal penting lainnya yang menjadi catatan terhadap kepengurusan PWI Riau hari ini, disampaikan Syafrizal yakni dengan tidak diakomodirnya lagi kegiatan keagamaan yang pernah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya. Diantaranya wirid pengajian serta tahsinan yang digelar oleh IKWI. Ditambah lagi dengan hilangnya program Umrah bagi anggota PWI.
" Ini memang bukan organisasi keagamaan. Tapi melarang kegiatan keagamaan untuk dilaksanakan di kantor PWI sangat kita sesali sekali. Semasa kepemimpinan H Dheni Kurnia, juga ada program Umrah yang didukung oleh mitra PWI. Setiap tahun kabarnya bisa memberangkatkan 10 orang anggota PWI ke tanah suci. Sekarang tidak ada lagi, dan program Umrah diganti dengan agenda jalan-jalan," sesal Syafrizal.
Terkait program Umrah ini, salah seorang anggota PWI Dumai, Muhammad Ridwan baru-baru ini juga melontarkan hal yang sama.
" Pada masa Ketua H Dheni Kurnia, ada program umrah untuk anggota. Kalau tidak salah, setiap tahunnya diberangkatkan 10 anggota PWI ke tanah suci. Tapi semasa kepemimpinan Ketua Zulmansyah, program itu tidak ada lagi. Kami titip pesan kepada Pak Doktor H Syafriadi agar itu dihidupkan kembali," ujar Muhammad Ridwan saat menghadiri silaturahmi DR H Syafriadi, SH, MH bersama pengurus dan anggota PWI Kota Dumai.
Sementara Armen Djauhar pada kesempatan itu melontarkan uneg-unegnya terkait kepengurusan PWI Riau hari ini yang sering tidak melibatkan anggota dalam agenda maupun kegiatan yang dilakukan. Sementara menurutnya, PWI itu milik seluruh anggota, dan bukan milik pengurus saja.
" Kami hanya mengetahui dan cuma melihat postingan di facebook saja. Mereka sedang jalan-jalan atau agenda lainnya. Sepertinya PWI Riau hari ini hanya milik pengurus saja. Kedepan ini harus di rubah. Dan siapa yang siap melakukan perubahan, saya bersama teman-teman siap memberikan dukungan," tegas Armen Djauhar.**
Penulis
: Faisal Sikumbang