Kata-Kata pepatah Minang yang penuh makna bisa coba Anda baca dan resapi. Budaya Minang adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang hingga sekarang. Kekentalan budayanya juga melekat dalam kehidupan masyarakatnya.
TERMASUK pula petuah atau pepatah orang Minang yang sarat akan makna kehidupan. Bagi masyarakatnya, kata-kata pepatah Minang tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk dipatuhi. Namun, pesan-pesan baik yang ada dalam kata-kata pepatah Minang sebenarnya juga bisa dipelajari oleh siapa saja meski bukan orang Minang.
Pepatah ini bisa menjadi sarana untuk mengingatkan diri sendiri untuk berprilaku baik terutama ketika berada di lingkungan masyarakat. Dilansir dari merdeka.com berikut kumpulan kata-kata pepatah Minang yang penuh makna dilansir dari berbagai sumber, Jumat (29/7/2022):
Kata-Kata Pepatah Minang dan Artinya
1. Alat baulah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak baturuik ingiran bathin nan baliku
Artinya adalah seseorang yang tidak mau dibawa ke jalan yang benar menandakan bahwa mentalnya sudah rusak. Peribahasa ini menggambarkan jika seseorang yang tak mau diberi nasihat dan tak mau memperbaiki diri, maka ia tak lebih dari orang yang sudah rusak mentalnya.
2. Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti musim sandi Adat jangan dianjak
Artinya adalah meskipun tahun berganti dan musim berubah, tetapi pegangan hidup janganlah lepas. Petuah ini mengingatkan manusia untuk selalu berpegang teguh pada prinsip dan aturan hidup.
3. Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang kaluan
Artinya, seseorang yang tidak mau menerima nasehat dan pendapat orang lain, meskipun orang tersebut berada di pihak yang benar sekalipun. Pepatah ini mengingatkan kita untuk menerima kebenaran yang dikatakan orang lain, walaupun itu bertentangan dengan egonya. Sebab yang baik memang tak selamanya indah dan menyenangkan dalam pikiran seseorang.
4. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso darek
Artinya, beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat. Maksud dari pepatah ini adalah seberat apa pun suatu benda, benda tersebut masih bisa dipikul. Sementara orang yang tak berilmu tak pula berbudi akan terasa lebih berat dan akan sangat membebani.
5. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi
Memiliki arti bahwa pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemuliaan hanya didapat dengan budi yang tinggi. Pepatah ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan bisa diraih dengan bersekolah atau berguru pada siapa saja.
Sementara kemuliaan hidup dan kehormatan hanya bisa diraih lewat budi pekerti atau perilaku baik.
6. Dimana bumi dipijak disinan langik dijunjuang
Arti dari pepatah di atas adalah 'dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung'. Pepatah ini sebenarnya sudah sering didengar oleh kebanyaka masyarakat Indonesia. Secara gamblang, pepatah ini mengajarkan kita buat mematuhi dan menghormati adat istiadat tempat tinggal kita.
7. Anjalai pamago koto, tumbuah sarumpun jo ligundi, kalau pandai bakato kato, umpamo santan jo tangguli
Artinya adalah seseorang yang pandai menyampaikan sesuatu dengan perkataan yang baik, akan enak didengar dan menarik bagi orang yang dihadapi.
8. Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo dibuang
Pepatah ini memiliki arti bahwa kebiasaan yang baik haruslah dipakai, dan kebiasaan yang buruk harus dibuang.
9. Walau kaie nan dibantuak ikan dilauik nan diadang
Arti dari pepatah di atas adalah 'Bagaimanapun bentuk kailnya bakal bertemu ikan di laut'. Prinsip ini mengajak setiap orang buat memikirkan apa visi dan misi dari sebuah pekerjaan yang dilakukan.
10. Baraja ka nan manang, mancontoh ka nan sudah
Pepatah Minang satu ini punya arti, belajar dari mereka yang sudah sukses dan mengambil hikmah dari kegagalan orang lain.**