DR H Syafriadi Tawarkan PWI Riau Lebih Baik

Administrator Administrator
DR H Syafriadi Tawarkan PWI Riau Lebih Baik
Calon Ketua PWI Riau, DR H Syafriadi, SH, MH

Wartawan senior di Riau, DR H Syafriadi, SH, MH memastikan ikut mencalonkan diri sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau pada ajang Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Riau XV yang dilaksanakan di Bengkalis 22-23 Juni 2022 mendatang. Konsolidasi dan penggalangan dukungan sudah dilakukan. Targetnya, bagaimana kedepannya PWI Riau lebih baik.


DR H SYAFRIADI, SH, MH Merasa terpanggil untuk membenahi Rumah Besar PWI Riau. Salah satunya mengembalikan fungsi organisasi sebagaimana amanat PD/PRT dan Kode Etik Jurnalistik. Diantaranya meningkatkan ketaatan wartawan pada kode etik jurnalistik demi kredibilitas dan integritas wartawan dan PWI.

Kemudian mengembangkan kemampuan profesional wartawan, memberikan bantuan dan perlindungan hukum kepada wartawan dalam melaksanakan tugas profesinya serta memperjuangkan kesejahteraan wartawan.

“ Saya bukan bilang yang sekarang tidak baik. Namun untuk beberapa hal memang perlu perubahan besar. Salah satunya terkait peningkatan kualitas wartawan, kepastian perlindungan hukum terhadap wartawan, yang itu menjadi bagian dari dasar kenapa organisasi PWI ini didirikan,” ungkap DR H Syafriadi, SH, MH saat bincang-bincang dengan Kupas Media Grup, Rabu (08/06/22) di Pekanbaru.

Menurut DR H Syafriadi, berbicara soal peningkatan kualitas wartawan tentunya mesti dilakukan melalui pelatihan-pelatihan maupun pendidikan. Hal ini menjadi kewajiban pengurus PWI untuk menjembatani atau memfasilitasi. Salah satunya mungkin dengan membentuk lembaga yang konsen dalam bidang peningkatan kualitas wartawan. Selain itu memberikan beasiswa pendidikan kepada wartawan berprestasi serta menggratiskan biaya Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“ Kedepan kita akan wujudkan lembaga pendidikan wartawan. Untuk pengajar, kita bisa berdayakan wartawan senior yang ada di Riau, diantaranya Ridar Hendri atau Wahyudi Panggabean yang memiliki lembaga pendidikan jurnalistik. Kita juga punya beberapa anggota PWI yang saat ini menjadi dosen di sejumlah kampus, seperti Bung Eka Putra Nazier atau Bung Satria Utama Batubara. Saya pikir ini hal penting yang mesti dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas wartawan kedepan,” papar DR H Syafriadi, SH, MH.

Kemudian dikatakan DR H Syafriadi, SH, MH bahwa hal lain yang tidak kalah pentingnya yakni menyangkut kepastian perlindungan hukum terhadap wartawan yang rentan mengalami gugatan maupun kasus kekerasan. Apalagi sudah tidak menjadi rahasia, lumayan banyak kasus sengketa pers maupun kekerasan yang dialami wartawan di lapangan.

“ Ini kedepannya tidak boleh terjadi. Makanya sangat penting meningkatkan kualitas dan integritas wartawan. Khusus untuk kasus kekerasan yang dialami wartawan, kedepannya PWI Riau secara organisasi mesti bersikap tegas. Dengan begitu, diharapkan ada efek jera supaya kasus serupa tidak terulang kembali,” ujar DR H Syafriadi, SH, MH yang disertasi S2 dan S3 terkait Hukum Pers.

Sementara menyangkut jalannya roda organisasi, disampaikan DR H Syafriadi, SH, MH perlu dibangun komunikasi serta sinergi yang kuat antara pengurus PWI Riau dengan kabupaten/kota yang ada. Tidak sebatas komunikasi dan sinergi, tapi juga melibatkan beberapa anggota PWI di kabupaten/kota dalam Kepengurusan PWI Riau.

“ Mereka itu yang nantinya menjembatani pelaksanaan program maupun agenda organisasi di masing-masing daerahnya. Tidak boleh ada sekat, pengurus atau bukan pegurus, orang daerah atau bukan orang daerah. PWI harus benar-benar menjadi rumah besar bagi seluruh anggotanya. Jika keseluruhan poin pemikiran di atas, mulai peningkatan kualitas wartawan, kepastian perlindungan terhadap wartawan serta membangun semangat kebersamaan bisa dilakukan, saya yakin PWI Riau lebih baik bisa kita wujudkan,” jelas DR H Syafriadi, SH, MH.

Terakhir DR H Syafriadi, SH, MH mengharapkan pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Riau XV di Kabupaten Bengkalis bisa berjalan aman dan lancar, dan menjadi pesta demokrasi yang tidak perlu sampai merusak hubungan silaturrahmi.

“ Ini pesta kita, seluruh dinamika dan perbedaan dalam pilihan hal yang biasa. Jangan sampai pula karena itu tidak bertegur sapa,” ujar DR H Syafriadi sambil tertawa.**

Penulis
: Megi Alfajrin
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html