Ledakan di Kilang Pertamina Dumai Jangan Dianggap Remeh

Administrator Administrator
Ledakan di Kilang Pertamina Dumai Jangan Dianggap Remeh
GM Pertamina Dumai bersama walikota menyampaikan penjelasan terkait ledakan yang terjadi di kilang Dumai.
Dalam waktu kurang dari dua bulan, terjadi tiga kali ledakan dan kebakaran beruntun di fasilitas strategis BBM Pertamina. Sebelumnya terjadi ledakan di Terminal BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara. Disusul kebakaran di kapal angkut BBM Pertamina di Mataram dan ledakan di kilang minyak Pertamina Dumai, Riau.

ANGGOTA Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto turut menyoroti kasus kebakaran dan ledakan yang terjadi di kilang minyak Pertamina Dumai, Riau pada Sabtu (1/4/2023) malam.

Mulyanto menyesalkan Pertamina yang seolah tidak belajar dari banyak kesalahan, sehingga kembali mengalami kebakaran kilang minyak.

" Menjelang hari raya Idul Fitri dan di tahun politik, ledakan yang terjadi pada obyek vital negara yang strategis dan terjadi secara beruntun adalah hal yang tidak biasa. Jangan dianggap remeh," kata Mulyanto.

Terkait terjadinya kembali ledakan dan kebakaran di kilang minyak Pertamina, Ia dengan tegas minta Komut dan Dirut Pertamina agar legowo untuk mengundurkan diri.

" Ledakan yang terjadi di kilang minyak Dumai menandakan Direktur Utama dan Komisaris Utama Pertamina sekarang tidak dapat melakukan perbaikan sistem keamanan dan keselamatan kerja di wilayah kerja strategisnya," ujar Mulyanto kepada GoNews.co, Minggu (02/3/2023).

Terlepas dari penyebab kebakaran ini karena sabotase atau kecelakaan murni, Mulyanto meminta Komut dan Dirut Pertamina harusnya malu bila masih mempertahankan jabatannya.

Kecelakaan ini kata Mulyanto, membuktikan keberadaan Komut dan Dirut Pertamina saat ini tidak efektif menggerakan seluruh jajaran untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja.

" Harusnya secara legowo Komut dan Dirut Pertamina mengundurkan diri secara sukarela. Sebagai bentuk pengakuan ketidakmampuan dalam mengelola resiko, sehingga ledakan dan kebakaran kilang ini kembali terjadi. Biarkan Pertamina dikelola oleh orang yang tepat,".

Menurut Mulyanto, Pertamina butuh pimpinan yang dapat menggerakan semua potensi SDM untuk mengamankan aset yang dikelola. Juga mampu berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam mengamankan wilayah kerja Pertamina.

" Hal ini penting karena wilayah kerja dan fasilitas produksi Pertamina adalah obyek vital negara, aset strategis nasional," tegas Mulyanto.(**)

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html