Dirut Pertamina Diminta Evaluasi Kinerja Pertamina Kilang Internasional Dumai

Administrator Administrator
Dirut Pertamina Diminta Evaluasi Kinerja Pertamina Kilang Internasional Dumai
Kawasan Kilang Pertamina Internasional (KPI) Dumai.
Peristiwa menakutkan yang berulang kali terjadi akibat ketidakmampuan managemen Pertamina Dumai dalam menciptakan rasa aman terhadap lingkungan operasional perusahaan sangat disesalkan. Hal ini juga berbuntut makin menguatnya desakan kepada Dirut Pertamina Pusat, Simon Aloysius Mantiri agar segera melakukan evaluasi internal.

SUARA-Suara kecewa pasca ledakan yang disusul kebakaran hebat di Kilang Pertamina Dumai terdengar dari banyak arah. Apalagi gagalnya Pertamina dalam menciptakan rasa aman di lingkungan areal perusahaan telah memakan korban. Seorang warga, Salmah (62) meregang nyawa setelah terkejut mendengar ledakan yang disusul kebakaran hebat, Rabu (01/10/25) kemarin.

Pasca pernyataan keras yang dikeluarkan Ketua KNPI Dumai, Nanda Aulia terkait desakan evaluasi jajaran pimpinan Pertamina Dumai belakangan juga bermunculan.

" Pertamina bukan perusahaan baru. Namun aksiden yang berkali-kali ini mengingatkan publik pada pepatah "hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama". Dirut Pertamina Pusat harus segera melakukan evaluasi," ujar Nanda Aulia yang akrab disapa Nanda Sepax kepada Kupas Media Grup, Kamis (02/10/25).

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Dumai (GMPPD), Muhammad Arif juga angkat bicara dan menuntut pertanggungjawaban langsung dari jajaran petinggi PT KPI RU II Dumai.

" Kami mengecam keras terjadinya ledakan serta kebakaran ini. Ini bukan kali pertama terjadi, dan menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius dalam sistem pengamanan operasional kilang," tegas Muhamad Arif dalam pernyataan resminya.

Ditegaskan Muhammad Arif, ini bukan hanya tentang keselamatan pekerja, tapi nyawa masyarakat Dumai juga dipertaruhkan. Jika Pertamina tak mampu menjamin keamanan, maka mereka harus siap menghadapi tekanan publik dan tuntutan hukum.

Pemerhati Lingkungan, Fatahuddin juga sangat menyesalkan kasus ledakan yang berulang kali terjadi di Kilang Pertamina Dumai. Selain itu pihaknya juga menyorot sikap Pertamina Dumai yang selama ini terkesan berupaya menutup informasi saat ada kejadian.

" Dalam 2 tahun ini sudah 2 kali pula terjadi ledakan di Kilang Pertamina Dumai. Sebelumnya pada April 2023 lalu, dan kemarin pada Rabu 1 Oktober 2025. Kita berharap kawan-kawan media terus mengawal kasus ini," ujar Fatahuddin.

Pada sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menyelidiki penyebab kebakaran di Kilang Dumai, Riau milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan kementeriannya belum dapat menyimpulkan penyebab insiden itu terjadi.

Laode beralasan kementeriannya belum mendapat laporan terbaru dari tim yang diturunkan kemarin. Kendati demikian, Laode menegaskan, insiden itu tidak menyebabkan gangguan pada operasi kilang.

" Soalnya baru kemarin, kita harus dapat laporan lengkapnya dahulu baru bisa kita sampaikan,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (03/10/25).(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html