Sungguh Bejat, Diskes Riau Diduga "Sunat" Anggaran Anak Kurang Gizi

Administrator Administrator
Sungguh Bejat, Diskes Riau Diduga "Sunat" Anggaran Anak Kurang Gizi
Ilustrasi
Rapat evaluasi kegiatan APBD Riau yang dipimpin Gubernur Riau, H Syamsuar menguak bejatnya perilaku oknum pejabat pemerintah daerah. Mereka diduga tega "memakan" dana untuk penanggulangan anak kurang gizi atau stunting yang dianggarkan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

SEKRETARIS Daerah Provinsi Riau, SF Hariyanto pada kesempatan itu membuka borok Dinas Kesehatan Provinsi Riau setelah menerima laporan terkait persoalan penanganan stunting di Riau.

" Ini Dinas Kesehatan Riau. Itu saya dapat laporan juga, dana stunting pun disikat. Itu data semua lengkap dari delapan kabupaten/kota. Ada dua kabupaten yang melapor tak diberikan," ujar SF Hariyanto saat rapat evaluasi kegiatan APBD Riau, Selasa (2/5/23).

Menurut SF Hariyanto, laporan tersebut telah disampaikan ke Aparat Penegakan Hukum (APH). Pihaknya mengingatkan pentingnya segera menyelesaikan masalah tersebut agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut.

" Tinggal menunggu waktu saja. Kasian Pemprov Riau. Kita semua dipantau, semua dipantau, percaya sama saya rapat ini juga dipantau," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin, belum memberikan tanggapan terkait dugaan ini saat dihubungi melalui sambungan seluler dan pesan WhatsApp.

Sementara informasi yang dihimpunGoRiau.com, dugaan penyelewengan dana tersebut terjadi pada pengadaan roti dan susu yang diberikan kepada anak stunting yang ada di kabupaten dan kota.

Namun belum diketahui berapa anggaran yang disediakan meski proyek tersebut dilaksanakan pada tahun 2022 lalu. Pada Juli 2022, Gubernur Riau juga mengalokasikan dana operasional sebesar Rp20 juta di setiap desa untuk penanggulangan stunting.

Dana tersebut disalurkan melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Akibat stunting, pertumbuhan anak terganggu dan tinggi badan mereka lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.(***)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html