Sadis, Wanita Asal Rohil ini Aniaya Anak Tirinya Hingga Tewas

Administrator Administrator
Sadis, Wanita Asal Rohil ini Aniaya Anak Tirinya Hingga Tewas

Kasus penganiyaan yang dilakukan ibu tiri kembali terjadi di Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Rokan Hilir, Kecamatan Bagan Sinembah. Satreskrim Polres Rokan Hilir menangkap AAP (40) kareda telah menganiya anak tirinya hingga tewas.

KAPOLRES Rokan Hilir melalui Kasi Humas Polres Rokan Hilir AKP Juliandi mengatakan kasus ini terungkap setelah ibu kandung korban yang membuat laporan akan kejanggalan kasus kematian anaknya bernama Novi.

"Saat itu, ibu kandung yang bernama Rosdiana mendapatkan kabar anaknya telah meninggal. Dirinya kemudian bergegas ke rumah duka, namun saat melihat tubuh akanya dia seakan tidak percaya. sekujur tubuh memar, dan matanya terbuka serta tubuh dalam keadaan kurus," kata AKP Juliandi.

Padahal saat korban dibawa ayah kandungnya tinggal bersama dengan ibu tirinya keadaan tubuh korban tidak seperti itu.

Tak hanya itu, saat akan memandikan jenazah Novi sang ibu melihat lebam di punggung dan benjolan di pinggangnya. Didapati pula dari mulut korban mengeluarkan buih berwarna cokelat kehijauan dengan bau yang tidak sedap. Korban tetap dimakamkan hari itu.

"Esok harinya baru sang ibu melaporkan dengan membawa bukti berupa foto dan rekaman video saat jenazah sedang dimandikan. Mendapatkan laporan tersebut, tim melakukan penyelidikan," terang Juliandi.

Setelah pemeriksaan saksi, olah TKP dan dilakukan autopsi pada jenazah, diketahui penyebab kematian korban akibat adanya kekerasan benda tumpul pada leher. Kekerasan tersebut menyebabkan patah tulang segmen leher.

Berbekal hasil autopsi, sang ibu tiri saat diinterogasi mengakui bahwa korban sering mengalami kekerasan berupa penganiayaan fisik dan psikis.

Tersangka mengaku korban sempat dianiaya dengan dibenturkan kepalanya tanah dengan sangat kuat, hingga terdengar suara patahan. Sejak saat itu kepala korban tak bisa lurus dan miring ke kanan hingga ia dinyatakan meninggal dunia.

"Para saksi lain pun membenarkan bahwa korban seringkali menangis karena dimarahi dan dianiaya," kata Juliandi.(*)

Penulis
: ridha
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html