Muhammadiyah Minta Walikota Cabut Izin JP Pub & KTV

Administrator Administrator
Muhammadiyah Minta Walikota Cabut Izin JP Pub & KTV
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekanbaru, Dede Firmansyah
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekanbaru meminta Pj Walikota agar mencabut izin JP Pub dan KTV yang hendakSoft Launchingdi Kota Madani, Sabtu (10/11/22) besok. Keberadaan JP Pub & KTV yang berada di Komplek Panam Centre Jalan HR. Subrantas, Panam Kota Pekanbaru itu berdekatan dengan Pondok Pesantren Babussalam.

WAKIL Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekanbaru, Dede Firmansyah menilai kehadiran Pub & KTV yang berada dekat Pondok Pesantren Babussalam itu sangat kebablasan dan mesti disikapi secara serius.

" Kita minta Pemerintah Kota Pekanbaru segera cabut izin PUB dan KTV itu. Seharusnya di Kota Madani tidak boleh hadir hal-hal yang ‘berbau’ kemaksiatan. Apalagi keberadaannya juga sangat dekat dengan lingkungan pesantren yang sangat islami," tegas Dede Firmansyah, Jumat (9/12/22).

Dede Firmansyah dikutip dari riaumag.com mengingatkan situasi itu bisa memancing gelombang aksi penolakan yang lebih besar. Untuk itu pemerintah kota diminta agar arif dan bijaksana dalam menyikapi hadirnya Pub & KTV di dekat pondok pesantren.

" Jangan biarkan gelombang masyarakat untuk memprotes keberadaan PUB dan KTV ini. Kalau masih di biarkan oleh Pj. Walikota Muflihun, berarti beliau membiarkan kemaksiat di Bumi Melayu yang sangat indentik dengan Islam, saya sedih,” pungkas Dede Firmansyah.

Sebelumnya diberitakan, ratusan masyarakat menggelar aksi demonstrasi ke Kantor Dinas Penanaman Modal danPelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru menolak kehadiran Joker Poker Pub & KTV, Kamis (8/12/22).

Di tengah guyuran hujan lebat, warga rela menyuarakan aspirasinya agar Pemko Pekanbaru tidak memberikan izin usaha hiburan malam tersebut. Warga berdatangan menggunakan oplet serta sepeda motor dan menutup gerbang kantor Mal Pelayanan Publik.

Dalam orasinya sebagaimana dikutip dari riauakses.com, warga meminta Pemko Pekanbaru agar konsisten dengan tagline-nya sebagai Kota Madani yang berdasarkan nilai-nilai budaya Melayu. Pemberian izin usaha pub malam tersebut dinilai warga justru memicu terjadinya tindakan maksiat.

" Katanya Pekanbaru Kota Madani. Nilai-nilai Melayu. Tapi mengapa dibiarkan usaha seperti itu berdiri," tegas warga.

Protes warga juga disebabkan tempat usaha Pub & KTV Joker Poker tersebutberada di dekat lembaga pendidikan Islam yakni Pondok Pesantren Babussalam, Pesantren Tahfiz Hayatuddiyar, Masjid Darussalam, Masjid Nurul Falah dan Masjid Zaid bin Tsabit.

" Kalau pub malam itu beroperasi, maka akan mengganggu kenyamanan,ketertiban dan keamanan lingkungan," kata seorang warga.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid telah meminta Pemko Pekanbaru agar merespon aspirasi warga.

" Pemko harus tegas terkait izin tempat hiburan ini, apalagi kita kemarin sudah bertemu masyarakat setempat. Mereka menyampaikan keberatan terkait rencana pembukaan tempat hiburan yang akan di launching tanggal 10 Desember 2022," kata Isa Lahamid kepada media,Selasa(6/12/2022) lalu.

Dari komunikasi Komisi I DPRD Pekanbaru dengan Plt Sekdako Indra Pomi,hingga saat ini Pemko belum mengeluarkan izin.

" Pemko Pekanbaru harus menjunjung tinggi Pekanbaru sebagai kota metropolitan madani dan berbudaya Melayu. Dekat dengan masjid dan pesantren serta beradadi tengah lingkungan masyarakat. Inikantidak sesuai dengan perda yang berlaku," tegas Isa.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html