Tak dapat dipungkiri, pelaksanaan program pembangunan dibawah kepemimpinan Walikota H Paisal, SKM, MARS patut dibanggakan. Masa jabatan yang terbatas, tidak menjadi penghalang mewujudkan sejumlah program prioritas. Keseluruhannya itu dalam rangka mewujudkan Dumai Kota Idaman.
PEMERINTAH Kota Dumai terus menggesa pemenuhan hak-hak publik. Termasuk peningkatan sejumlah infrastuktur, seperti jalan, jembatan, penanganan banjir, penerangan dan lainnya. Setiap tahunnya, anggaran yang digelontorkan juga mengalami peningkatan cukup signifikan.
Menurut data yang dihimpun, pada tahun 2021 pekerjaan peningkatan jalan dilakukan sepanjang 55 kilometer di 53 titik lokasi dengan anggaran Rp16,6 milyar.
Selain pekerjaan jalan, pada tahun 2021 pemerintah juga membangun box culvert guna memudahkan akses masyarakat di 18 titik dengan anggaran Rp1,4 milyar. Tidak hanya itu, sebanyak 23 lokasi titik drainase juga dibangun dengan anggaran Rp3,5 milyar, normalisasi sungai/parit di 64 titik lokasi dengan anggaran Rp10,9 milyar, pengembangan SPAM jaringan perpipaan di 16 lokasi dengan anggaran Rp7,1 milyar, serta pembangunan 2 unit bangunan kuliner dan Kantor Kejari Dumai dengan anggaran Rp23,6 milyar.
Memasuki tahun kedua masa jabatan Walikota H Paisal, laju pembangunan makin kencang. Pemerintah daerah menggesa pekerjaan peningkatan jalan dari 53 titik di tahun 2021 menjadi 132 titik di tahun 2022 dengan anggaran Rp20,7 milyar.
Sedangkan pekerjaan pembangunan gedung terdiri dari 6 unit dengan total anggaran Rp57,9 milyar yang terdiri dari gedung Reskrim Polres Dumai, Gedung DIC, Gedung MPP, Food Court DIC, Kampung Bahari dan sarana prasarana DIC.
Sementara untuk jembatan atau box culvert dibangun di 19 lokasi dengan anggaran Rp1,016 milyar, pekerjaan drainase di 23 lokasi dengan anggaran Rp10,6 milyar, perluasan jaringan SPAM di 8 lokasi dengan anggaran Rp11,1 milyar, pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah di 7 lokasi dengan anggaran Rp4,5 milyar dan pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir Terpadu Rp4,9 milyar.
Untuk penanganan banjir, pada tahun 2022 pemerintah kota melakukan normalisasi sungai dan parit di 129 titik lokasi dengan anggaran Rp22,1 milyar.
Selain itu juga dibangun rumah pompa dan pintu air masing-masingnya berjumlah 15 titik dengan anggaran rumah pompa sebesar Rp1,0 milyar dan pintu air Rp4,8 milyar.
Pada tahun 2023, yang merupakan tahun ketiga masa jabatan Walikota H Paisal, derap laju pembangunan makin ditingkatkan. Hingga Bulan September 2023 saja, pekerjaan peningkatan jalan sudah mencapai 183 titik lokasi dengan anggaran Rp63,8 milyar. Pembangun tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan, namun juga termasuk kawasan pinggiran.
Pada tahun 2023, untuk memastikan masyarakat bisa menikmati air bersih, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp9,2 milyar untuk pekerjaan pengelolaan dan pengembangan Sistem SPAM di 8 titik lokasi.
Sedangkan untuk pembangunan gedung pada tahun 2023 dianggarkan dana sebesar Rp27,5 milyar untuk 8 bangunan yakni lanjutan pembangunan DIC, gudang Arsip MPP, Kantor Dinas PUPR, Kantor Dinas Sosial dan lainnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Dumai, Riau Satrya Alamsyah, ST, MT saat ditemui kupasberita.com menyebutkan seluruh program pembangunan yang dilaksanakan bagian dari upaya pemerintah dalam pemenuhan hak-hak publik. Hal itu sejalan dengan instruksi Walikota Dumai dalam rangka mewujudkan Dumai Kota Idaman.
" Semangat Pak Wali untuk mewujudkan Dumai yang lebih baik wajib kita dukung. Beliau (walikota,red) selalu mengingatkan kami agar terus meningkatkan kinerja dan ikhlas dalam melaksanakan tugas," ujar Kadis PUPR yang akrab disapa dengan panggilan Rio ini.
Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS kepada media melalui aplikasi WA berharap dukungan masyarakat untuk suksesnya pelaksanaan program dan agenda pembangunan. Dengan begitu percepatan pembangunan bisa direalisasikan sesuai harapan bersama.
" Masih banyak hak-hak masyarakat yang mesti dikerjakan dan dituntaskan. Mari bergandengan tangan untuk mewujudkan Dumai Kota Idaman," ajak Walikota, H Paisal.(infotorial)
Penulis
: Faisal Sikumbang