Walikota Tuding FAP-Tekal Penyangak, Ismunandar: Anak Istri Saya Malu dan Trauma

Administrator Administrator
Walikota Tuding FAP-Tekal Penyangak, Ismunandar: Anak Istri Saya Malu dan Trauma
Ismunandar didampingi kuasa hukum usai melaporkan Walikota Dumai ke Mapolda Riau. Foto: Istimewa
Tuduhan Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS yang menuding Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (FAP-Tekal) sebagai penyangak (penipu,red) tidak hanya melecehkan forum pembela nasib buruh tersebut. Namun juga berdampak terhadap psikologis istri dan anak-anak mereka.

KETUA FAP-Tekal, Ismunandar mengaku tudingan penyangak dan fitnah yang dilontarkan Walikota Dumai itu dampaknya sangat luas sekali. Tidak hanya terhadap FAP-Tekal secara organisasi, namun juga menimbulkan dampak psikologis terhadap istri dan anak-anak mereka.

" Rekaman video Walikota Dumai yang menyebut FAP-Tekal sebagai penyangak itu sudah tersebar kemana-mana. Bagaimana perasaan istri dan anak-anak kami. Mereka malu dan trauma karena suami atau bapaknya dituduh walikota sebagai penyangak," ungkap Ismunandar saat wawancara khusus dengan KupasBerita.Com di Pekanbaru.

Lebih lanjut dikatakan Ismunandar, tudingan serta fitnah keji yang dilontarkan Walikota Dumai dihadapan banyak orang itu sangat menyakitkan. Walikota secara tidak langsung ingin menghancurkan nama baik forum pembela kaum buruh di Dumai. Sekaligus merusak nama baik anak dan istri keluarga besar FAP-Tekal di lingkungan tempat tinggal mereka.

" Orang akan percaya karena yang berbicara itu walikota. Padahal apa yang dituduhkan walikota itu fitnah. Tolong buktikan, sebenarnya siapa yang penyangak," ujar Ismunandar.

Ismunandar menegaskan perjuangan yang dilakukan selama ini murni untuk membela kaum buruh. Terkadang mereka membawa nasi dari rumah saat aksi demonstrasi. Dalam setiap aksi yang dilakukan, mereka tidak pernah mengambil keuntungan.

" Nasi saja kami bawa dari rumah. Apa ini yang dikatakan penyangak. Kadang kami patungan untuk konsumsi saat demonstrasi. Kalau memang kami ini penyangak, tolong buktikan. Walikota jangan asal bicara. Jangan karena ingin membela perusahaan, lalu kami yang difitnah," ujar Ismunandar geram sembari menyebutkan salah satu perusahaan yang mereka demo adalah milik orang dekat Walikota Dumai.

Lebih lanjut disampaikan Ismunandar, pihaknya akan berjuang untuk mendapatkan keadilan atas pendzoliman yang dilakukan Walikota Dumai. Salah satunya membawa kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian itu ke ranah hukum.

" Didampingi kuasa hukum, kita sudah membuat pengaduan secara resmi ke Mapolda Riau hari Selasa kemarin. Ini sudah sepenuhnya ditangani oleh kuasa hukum dari Kantor/Pengacara Sardo M Manulang. Perkembangannya nanti kita informasikan," beber Ismunandar.

Terakhir Ismunandar berharap masyarakat bisa memahami persoalan yang terjadi. Termasuk sikap walikota yang menuduh FAP-Tekal sebagai penyangak.

" Kalau (walikota,red) tidak mau membela buruh, jangan malah menuduh kami sebagai penyangak karena perusahaan yang kami demo milik orang dekatnya," tutup Ismunandar.(**)
Penulis
: Mustafa Kamal
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html