Leiden Maar Domineren !, Memimpin Kok Menjajah !

Administrator Administrator
Leiden Maar Domineren !, Memimpin Kok Menjajah !
Agung Marsudi, Founder Duri Institute
Muhammad Romahurmuziy, akrab disapa Romy, mantan terpidana kasus korupsi, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), muda dan berpotensi, dalam sebuah diskusi di sebuah televisi swasta, beberapa waktu yang lalu, mengatakan, "seorang pemimpin ahli maksiat itupun punya hak ditaati, sepanjang dia tidak melarang kebebasan beragama".

PERNYATAAN itu menanggapi soal kriteria calon presiden ke depan, yang menyoal shalat, gak shalat untuk ukuran kepemimpinan layak atau tidak layak.

Saya awam, tidak luhur budi, seperti Romy, tapi pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan PPP ini mengandung _"fallacy"_. "Pemimpin, ahli maksiat, punya hak ditaati, sepanjang tidak melarang, kebebasan beragama". Romi seperti lupa, pertama, kebebasan beragama sudah diatur Konstitusi.

Kedua, kriteria calon presiden, juga telah diatur Undang-Undang lengkap dengan syarat-syarat. Dan syarat nomor urut pertama, yaitu Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ketika semua aturan sudah ada, tugas siapapun yang menjadi bagian dari proses kontestasi mentaati aturan itu. Tidak pada tempatnya, jika para elit, masih bersilat lidah, beradu dalil. Meruncingkan nilai-nilai. Substansi yang dibicarakan, berada di luar gelanggang.

Tentang penyelenggaraan Pemilu 2024, dari A sampai Z sudah diatur dengan peraturan perundang-undangan, bagi yang bukan pemain, menjadi penonton yang baik pun juga pilihan.

Dan pilihan itu soal hati. Siapa yang bisa tahu isi hati rakyat, kriteria apa hingga mereka menjatuhkan pilihan, pada calon pemimpinnya. Seperti jatuh cinta, atau mabuk cinta, "suka dan tidak suka itu merdeka".

_Leiden maar domineren!_ Memimpin kok menjajah.

Solo, Mei 2023
Catatan Agung Marsudi
Penulis
: Administrator
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html