Dapil Ekologis

Administrator Administrator
Dapil Ekologis
Agung Marsudi

Tuan Darwis Muhammad Soleh, seniman, aktivis senior, penggiat alam, bandar bakau Dumai, Riau membuat istilah baru, namanya, "dapil ekologis"

MESKI tak paham maksud di balik gagasan itu, saya jawab dengan kalimat, "konstituennya pasti punya hubungan biologis dan ideologis". Hingga di depan mata nampak harmonis, di belakang "menangis".

Partainya tak peduli, lama atau baru, yang penting calonnya peduli lingkungan. Ekosistem politik yang kembali ke alam, bisa menampilkan potensi dan wajah asli negeri ini.

Eksploitasi sumberdaya alam besar-besaran, dari yang berdaging, hingga tinggal tulang, disebabkan oleh keserakahan. Dalam kurun waktu begitu panjang, dan alam, tak pernah dendam.

Di Dumai, provinsi Riau, dimana tuan Darwis tinggal, hutan-hutan tersisa, sebagai penyangga ekologis sudah ludes, digasak kepentingan hak guna usaha. Eksploitasi hutan alam oleh kegiatan minyak dan gas bumi, kebun sawit dan hutan tanaman industri, menyisakan panas yang membara setiap hari. Bawah minyak, atas minyak. Tapi nasib masyarakatnya "menggelegak".

Pantaslah tuan Darwis, menyebut "dapil ekologis". Dua kata yang membuat pilu, dan sembilu, menjelang pemilu.

Solo, 30 Mei 2023
Catatan Agung Marsudi

Penulis
: Mustafa Kamal
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html